5 Proyek Investasi Unggulan Sulsel Masuk Final SSIC 2026, Industri Minyak Ikan Sinjai Jadi Terbaik

Para finalis SSIC 2026 menerima penghargaan di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan BI Sulsel, Kamis (27/8/2026).
Penulis: Doni
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 03:16:31 WIB

MAKASSAR — Ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) menghasilkan tiga proyek unggulan siap tawarkan ke investor. Pengumuman pemenang berlangsung di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan BI Sulsel, Kamis (27/8/2026).

SSIC tahun ini mengusung tema "Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan". Program tahunan yang berjalan sejak 2021 ini mencatat peningkatan jumlah peserta signifikan dibanding tahun sebelumnya.

22 Usulan Proyek dari 21 Kabupaten/Kota Lolos Seleksi Awal

Tahapan seleksi Executive Summary proyek Clean and Clear (CnC) yang berlangsung Mei hingga Juni 2026 menjaring 22 usulan Investment Project Ready to Offer (IPRO). Angka ini naik dari 18 usulan pada SSIC 2025 yang berasal dari 16 kabupaten/kota.

Setelah melewati verifikasi lapangan dan pendampingan teknis bersama PT SMI, lima proyek unggulan dipilih untuk dipresentasikan di hadapan Dewan Juri. Kelima proyek tersebut meliputi Industri Pakan Ternak dari Jeneponto, Industri Tepung Beras dari Sidrap, Industri Minyak Ikan dari Sinjai, Perkebunan Kopi Arabika Specialty dari Toraja Utara, serta Industri Pengolahan Udang Terintegrasi berbasis Ekonomi Sirkular dari Barru.

Minyak Ikan Sinjai, Pakan Ternak Jeneponto, dan Udang Barru Jadi Pemenang

Dewan Juri yang terdiri dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Prof. Marsuki, DEA., Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani, dan Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI Tata Sumirat menetapkan tiga IPRO terbaik. Industri Minyak Ikan dari Sinjai meraih posisi pertama, disusul Industri Pengolahan Udang Terintegrasi dari Barru di posisi kedua, dan Industri Pakan Ternak dari Jeneponto di posisi ketiga.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Firman Hidayat menegaskan penghargaan ini bukan akhir dari proses. "Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi. Realisasi investasi tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan," ujar Firman dalam sambutan penutupnya.

Proyek Unggulan Diarahkan Perkuat Basis Industri dan Perluas Pasar Ekspor

Firman menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis, pemerintah kabupaten/kota, project owner, dan Dewan Juri yang berkontribusi dalam pelaksanaan SSIC 2026. Ia menyebut kelima finalis merupakan bagian dari pipeline proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan yang perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah.

Ke depan, proyek-proyek tersebut juga diharapkan mampu mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten III Ir. A Darmawan Bintang menegaskan SSIC 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Sejumlah pimpinan daerah turut hadir dalam acara ini, di antaranya Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta kepala DPMPTSP provinsi, kabupaten, dan kota se-Sulsel. Proyek-proyek yang dihasilkan melalui SSIC 2026 akan terus diperkuat, khususnya dari aspek kesiapan lahan sebelum ditawarkan kepada calon investor.

Reporter: Doni