Gempa M5,2 Guncang Labuan Bajo, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa magnitudo 5,2 mengguncang Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu petang.
Penulis: Farah
Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:01:31 WIB

LINKARFAKTA.COM — BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 8,07 Lintang Selatan dan 120,09 Bujur Timur. Kedalaman hiposenternya mencapai 10 kilometer, masuk kategori gempa dangkal yang getarannya terasa cukup kuat di permukaan.

Wilayah yang terdampak getaran berada sekitar 52 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo, destinasi pariwisata super prioritas yang tengah padat dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pusat Gempa dan Parameter Tektonik

Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berlokasi di laut. Meski berkedalaman dangkal, mekanisme sumber yang terdeteksi tidak memicu deformasi dasar laut yang signifikan, sehingga potensi gelombang tsunami dinyatakan nihil.

Getaran dirasakan dalam skala intensitas III-IV MMI di sebagian wilayah Labuan Bajo. Pada skala ini, guncangan dirasakan nyata di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.

Imbauan Resmi BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Pihaknya meminta warga hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan melalui kanal komunikasi BMKG.

"Masyarakat diharapkan untuk terus mengikuti arahan dari BMKG dan pihak berwenang setempat," demikian pernyataan resmi BMKG yang dirilis Sabtu petang.

Lembaga kebumian itu juga mengingatkan agar warga mewaspadai potensi gempa susulan. Namun hingga berita ini diturunkan, aktivitas kegempaan susulan di wilayah tersebut belum terpantau signifikan.

Antisipasi di Kawasan Pariwisata Super Prioritas

Kejadian ini menjadi perhatian karena Labuan Bajo merupakan gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Aktivitas seismik di kawasan ini memang tergolong normal karena pengaruh tumbukan lempeng mikro di Laut Flores.

Seismisitas di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya dipicu oleh subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Energi yang terakumulasi di zona tunjaman tersebut kerap dilepaskan dalam bentuk gempa dangkal hingga menengah.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut. Pihaknya memastikan akan memperbarui informasi apabila terjadi peningkatan aktivitas yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Reporter: Farah