491 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Pelalawan Jadi Wilayah Terparah dengan 239 Hotspot
Sebanyak 491 titik panas terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada pembaruan data pukul 07.00 WIB. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan sebaran titik panas tertinggi, mencapai 239 titik, disusul Indragiri Hilir dengan 166 titik. Kondisi ini memicu kabut asap yang menurunkan jarak pandang di Pekanbaru hingga 2,5 kilometer pada Minggu (23/8) malam.
PEKANBARU — Sebanyak 491 titik panas tersebar di 11 kabupaten/kota di Riau, menjadikan provinsi ini penyumbang angka tertinggi kedua di Pulau Sumatra setelah Sumatera Selatan. Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, menyebut total titik panas di Sumatra mencapai 2.945 titik berdasarkan pembaruan data Senin pagi.
Sumatera Selatan mendominasi dengan 1.429 titik panas, sementara provinsi lain yang turut menyumbang angka signifikan adalah Jambi dengan 437 titik dan Lampung 203 titik. Kepulauan Riau mencatat 53 titik, Sumatera Barat 20 titik, dan Bengkulu 19 titik.
Konsentrasi Titik Panas di Pelalawan dan Inhil
Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial dengan 239 titik panas, diikuti Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 166 titik, dan Kabupaten Bengkalis 30 titik. Sebaran lainnya terdeteksi di Inderagiri Hulu (13 titik), Rokan Hulu (12), Kampar (9), Rokan Hilir (8), Siak (7), Kuantan Singingi (4), serta Kota Dumai (3).
Konsentrasi titik panas yang tinggi di dua kabupaten tersebut sejalan dengan catatan Manggala Agni yang menyebut kebakaran lahan di Riau dalam beberapa hari terakhir telah menghanguskan lebih dari 800 hektare. Lahan terbakar terluas berada di Kabupaten Indragiri Hulu seluas 471 hektare, disusul Pelalawan 300 hektare, dan Kabupaten Kampar puluhan hektare.
Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Menyusut
Dampak kabut asap mulai terasa di ibu kota provinsi. Jarak pandang di Pekanbaru pada Minggu (23/8) malam terpantau hanya 2,5 kilometer dengan kondisi berasap. Sementara itu, kualitas udara berdasarkan parameter PM 2,5 pada dini hari dan pagi masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat dalam beberapa jam.
Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah bagi peserta didik. Kebijakan tersebut berlaku satu hari untuk jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.
Langkah Penanganan Karhutla
Dengan sebaran titik panas yang masih tinggi, upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran lahan menjadi prioritas di wilayah-wilayah dengan konsentrasi hotspot terbesar. Manggala Agni mencatat luasan lahan terbakar di Riau telah melampaui 800 hektare, dengan Indragiri Hulu dan Pelalawan sebagai kontributor utama.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah dengan titik panas yang tinggi. Pemantauan terus dilakukan untuk memantau perkembangan sebaran hotspot di Sumatra, khususnya di Riau.