Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan 29 Agustus, Pemkot Benahi Rumput Hingga Pompa Air

Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau kesiapan akhir Teras Samarinda segmen 2-4 menjelang peresmian pada 29 Agustus.
Penulis: Doni
Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:14:01 WIB

SAMARINDA — Tiga segmen baru Teras Samarinda akan resmi beroperasi akhir bulan ini. Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan kesiapan kawasan tersebut setelah melakukan pengecekan akhir, Senin (24/8) malam.

Menurutnya, fasilitas utama di segmen 2, 3, dan 4 sudah dapat digunakan. Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan minor yang perlu dibereskan, termasuk kondisi rumput yang rusak akibat cuaca panas.

Pekerjaan Minor yang Masih Dibereskan

Sebagian rumput di kawasan tersebut telah diganti. Pemkot juga akan menambah fasilitas penyiraman atau sprinkler di sejumlah titik untuk mencegah rumput kembali kering.

Selain itu, fungsi pompa serta bagian arsitektur dan estetika bangunan tengah diperiksa. Andi Harun menegaskan seluruh perbaikan ini tetap menjadi tanggung jawab penyedia jasa, baik sebelum maupun sesudah peresmian.

“Baik menjelang peresmian maupun nanti kalau belum selesai pascaperesmian tetap dilanjutkan pemeliharaannya,” ujarnya.

Segmen 1 Baru Rampung Desember 2026

Peresmian 29 Agustus nanti belum mencakup seluruh proyek Teras Samarinda tahap 2. Segmen 1 yang berada di bagian jembatan dan terhubung dengan tahap pertama masih memiliki masa kontrak hingga Desember.

Andi Harun menargetkan seluruh bagian tahap 2 dapat dimanfaatkan masyarakat sebelum pergantian tahun 2026 menuju 2027.

Pembagian Tugas Kebersihan dan Pola Parkir Baru

Dengan panjangnya kawasan yang mencapai tiga segmen, Pemkot tidak ingin membebankan urusan kebersihan kepada satu dinas saja. Area sekitar Masjid Darussalam hingga perbatasan Arab Lindo akan menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, sementara bagian lain ditangani petugas yang telah ditentukan.

Soal parkir, Pemkot mempertimbangkan mengarahkan kendaraan pengunjung ke basement Pasar Pagi. Kapasitas parkir di sekitar Teras Samarinda dinilai terbatas, sehingga pengunjung perlu berjalan kaki menuju kawasan rekreasi tersebut.

“Kita mau membangun budaya tertib parkir,” kata Andi Harun.

Ia menyadari kebijakan ini berpotensi menimbulkan pro dan kontra. Namun, aktivitas berjalan kaki justru dinilai menjadi bagian dari pengalaman menikmati ruang publik yang telah direhabilitasi.

“Yang penting ruang publiknya kita sudah rehabilitasi dan bisa menjadi sarana rekreasi baru, destinasi baru yang murah di Kota Samarinda,” pungkasnya.

Reporter: Doni