Kader Desa Beroanging Jeneponto Dilatih Operasikan Aplikasi SIPAKATAU untuk Pantau Kesehatan Ibu dan Anak

Kader Desa Beroanging, Jeneponto, mengikuti pelatihan pengoperasian aplikasi SIPAKATAU untuk memantau kesehatan ibu dan anak.
Penulis: Farah
Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:11:31 WIB

JENEPONTO — Puluhan kader desa di Beroanging kini dibekali kemampuan teknis mengoperasikan aplikasi SIPAKATAU. Pendampingan langsung dilakukan Tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM, Senin (24/8/2026), sebagai bagian dari strategi agar program pemantauan kesehatan masyarakat tidak berhenti setelah masa pendampingan mahasiswa usai.

Dalam pelatihan tersebut, para kader tidak hanya diperkenalkan dengan fungsi aplikasi, tetapi juga diajak praktik langsung mengelola data kesehatan. SIPAKATAU dirancang menjadi sarana pencatatan dan pemantauan kondisi kesehatan warga di tingkat desa.

Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak

Program Baruga SIPAKATAU sendiri diarahkan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di Desa Beroanging. Keberadaan aplikasi ini diharapkan memudahkan kader dalam mendata dan memantau perkembangan kesehatan warga secara berkala.

Kegiatan yang berlangsung di desa tersebut dihadiri Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur, Babinsa setempat, sejumlah kepala dusun, dan para kader. Kehadiran aparat desa menunjukkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap inovasi digital di bidang kesehatan ini.

Kades: Kemampuan Kader Kunci Keberlanjutan Program

Nurdin Nur menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang diberikan. Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi syarat utama agar inovasi yang sudah diperkenalkan bisa terus dimanfaatkan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bukan hanya memberikan pengetahuan kepada kader, tetapi juga menjadi bekal agar Program Baruga SIPAKATAU dapat terus berjalan di Desa Beroanging," kata Nurdin.

Ia menambahkan, harapan besar diletakkan pada para kader agar mampu mengoperasikan aplikasi secara optimal. Dengan begitu, manfaat program tetap dirasakan warga dalam jangka panjang.

"Kami berharap para kader dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.

Penguatan Peran Kader sebagai Penggerak Kesehatan

Pelatihan ini tidak sekadar meningkatkan keterampilan teknis. Tim pelaksana juga mengarahkan penguatan peran kader sebagai penggerak pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Strategi ini diambil agar program tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan PPK Ormawa selesai. Kolaborasi antara pemerintah desa, kader, masyarakat, dan mahasiswa diharapkan membuat aplikasi SIPAKATAU terus digunakan sebagai bagian dari layanan kesehatan di Beroanging.

Reporter: Farah