Desa Adat Sade Lombok Direstorasi Usai Kebakaran, Mitigasi Bencana Jadi Prioritas
LINKARFAKTA.COM — Ratusan warga Desa Adat Sade kini menanti proses restorasi setelah api melalap permukiman adat sekaligus destinasi wisata ikonik di Pulau Lombok itu. Peristiwa yang terjadi belum lama ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat Sasak yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas pariwisata.
Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, memastikan pembangunan kembali kawasan ini akan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. UKP Pariwisata bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDT) akan menindaklanjuti kebutuhan restorasi secara menyeluruh.
Bukan Sekadar Membangun Ulang Rumah Warga
Restorasi Desa Adat Sade tidak hanya menyasar bangunan fisik yang terbakar. Pemerintah menegaskan bahwa karakter desa adat, arsitektur tradisional, dan nilai budaya Sasak harus tetap menjadi jiwa dari setiap proses pembangunan kembali.
"Restorasi akan memperhatikan karakter desa adat, arsitektur tradisional, nilai budaya Sasak, aspek keselamatan, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat," ungkap Zita Anjani dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Zita menambahkan, pembangunan kembali Sade membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. Targetnya, desa adat ini tetap menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus destinasi wisata budaya yang berkelanjutan.
"Kita ingin membangun kembali Sade sebagai desa adat yang tetap hidup, budayanya terjaga, masyarakatnya berdaya, dan pariwisatanya dapat berkembang secara berkelanjutan," katanya.
Pelajaran Penting bagi Destinasi Wisata Lain
Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade menjadi alarm bagi pengelola destinasi wisata di seluruh Indonesia. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menyebut musibah ini sebagai pengingat bahwa prinsip keberlanjutan tidak bisa diabaikan.
"Musibah kebakaran yang terjadi di destinasi wisata Desa Adat Sade menjadi pengingat bagi kita semua. Di balik duka yang dirasakan, ada pelajaran penting bahwa pengembangan destinasi wisata ke depan harus semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan, termasuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana," jelas Ahmad.
Ia menegaskan, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan keselamatan masyarakat dan wisatawan. Pembangunan kembali Sade diharapkan tidak sekadar mengembalikan kondisi kawasan seperti sebelum kebakaran, melainkan menghadirkan sistem mitigasi yang lebih baik.
"Kita perlu menghadirkan sistem mitigasi bencana yang lebih baik sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aspek keselamatan masyarakat dan pengunjung," ucapnya.
Dampak Kebakaran dan Nasib 320 Jiwa
Kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade menghanguskan sekitar 120 bangunan. Peristiwa ini berdampak langsung pada 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.
Selain rumah warga, sejumlah bangunan penunjang aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat ikut terdampak. Padahal, desa adat ini selama ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang ingin mengenal kehidupan asli suku Sasak di Lombok.
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Lombok dalam waktu dekat, kondisi terkini akses dan status kunjungan ke Desa Adat Sade dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB. Proses restorasi dipastikan berjalan bertahap dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat setempat.