Anak Iri Lihat Teman Punya Barang Baru? Ini Cara Bijak Menanggapinya

Orang tua mendampingi anak saat berdiskusi mengenai keinginan memiliki barang baru milik teman.
Penulis: Doni
Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:05:01 WIB

LINKARFAKTA.COM — Setiap orang tua pasti pernah mendengar celoteh anak yang menginginkan barang serupa dengan milik teman sekelasnya. Mulai dari sepatu baru, tas karakter, sampai mainan terbaru, semua terasa wajib dimiliki. Jika Si Kecil sedang mengalaminya, kamu tidak sendirian, dan kabar baiknya, ini adalah bagian normal dari tumbuh kembang anak.

Psikolog Eileen Kennedy-Moore, PhD, menjelaskan bahwa saat anak melihat temannya memiliki barang baru yang keren, sangat wajar jika mereka berpikir, "Aku juga mau itu!" atau "Semua orang punya kecuali aku!". Momen ini sering kali memuncak ketika anak kembali ke sekolah setelah libur panjang.

Mengapa Anak Lebih Mudah Merasa Iri?

Whitney Raglin Bignall, PhD, psikolog anak di Nationwide Children's Hospital, mengatakan bahwa masa kembali ke sekolah adalah waktu yang rawan. Anak-anak mendengar cerita liburan teman-temannya dan melihat mereka datang dengan perlengkapan baru, sehingga rasa iri pun mudah muncul.

Kennedy-Moore menambahkan, anak-anak secara alami belum memiliki perspektif luas karena pengalaman hidupnya masih terbatas. Mereka juga sedang dalam masa pencarian identitas yang terus berubah, membuat mereka lebih rentan terhadap pesan materialistis dari lingkungan.

Selain itu, pakaian dan mainan sering dikaitkan dengan penerimaan sosial. Anak ingin memiliki apa yang sedang dibicarakan teman-temannya agar merasa terlibat dan diterima dalam pergaulan. "Merasa kekurangan atau menjadi orang yang aneh itu tidak menyenangkan," ujar Kennedy-Moore.

Kenali Bentuk Rasa Iri pada Anak

Rasa iri tidak selalu ditunjukkan dengan tangisan atau rengekan. Pada anak yang lebih kecil, emosi ini bisa meledak menjadi tantrum. Sementara anak yang lebih besar mungkin menunjukkan perubahan sikap seperti menjadi mudah tersinggung, marah, atau justru mengejek barang yang mereka inginkan.

Beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan antara lain anak mengeluh tentang apa yang tidak dimilikinya, membandingkan diri secara negatif, menjadi lebih pendiam, atau merasa rendah diri untuk bergabung dengan teman sebaya.

Langkah Praktis Menghadapi Anak yang Iri

Ketika anak mulai merengek meminta barang seperti milik temannya, hindari langsung mengabulkan atau memarahinya. Sebaliknya, coba lakukan pendekatan berikut:

  • Validasi perasaannya dulu. Akui bahwa keinginan untuk memiliki barang baru itu wajar. Ucapkan, "Ibu paham kamu ingin sekali punya sepatu seperti itu, kelihatannya memang keren ya." Ini membantu anak merasa didengar.
  • Ajak diskusi tentang prioritas. Tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar ingin. Bantu anak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dengan bahasa sederhana.
  • Berikan perspektif baru. Ingatkan bahwa tren mainan dan gaya selalu berganti. Hari ini barang A populer, bulan depan bisa berganti barang B. Tidak memiliki satu barang tidak akan menghancurkan kebahagiaannya.

Kapan Perlu Memberikan Batasan?

Penting untuk menetapkan batasan yang jelas tentang barang apa saja yang boleh dibelikan. Jika anak terus-menerus meminta dan tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, ini saatnya orang tua tegas namun tetap hangat.

Jadikan momen ini sebagai pelajaran berharga tentang mengelola keinginan dan bersyukur. Anak perlu belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari memiliki barang baru, dan bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing tanpa harus dibanding-bandingkan.

Dengan pendekatan yang konsisten dan penuh pengertian, anak akan belajar mengelola rasa irinya secara sehat dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bersyukur.

Reporter: Doni