Tim Satgas Padamkan Karhutla di Enam Desa Muara Enim, Luas Lahan Terbakar Capai 5,5 Hektare
Tim Satgas Karhutla berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda enam desa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat (21/8) siang. Area yang terbakar mencapai 5,5 hektare dan seluruh titik api dilaporkan padam total pada Sabtu pagi.
MUARA ENIM — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda enam desa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, akhirnya berhasil dipadamkan tim satgas pada Sabtu pagi. Enam titik hotspot yang tersebar di tiga kecamatan tersebut sempat mengancam permukiman warga akibat musim kemarau panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, menyebutkan bahwa seluruh titik api sudah padam total. Petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Enam Desa Terdampak Karhutla di Tiga Kecamatan
Peristiwa karhutla terjadi bersamaan pada Jumat (21/8) siang. BPBD Muara Enim mencatat enam desa yang dilanda kebakaran tersebar di tiga kecamatan berbeda.
- Desa Segayam dan Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang
- Desa Danau Baru, Desa Suka Cinta, dan Desa Suka Dana, Kecamatan Sungai Rotan
- Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang
Area yang terbakar di enam titik lokasi ini rata-rata merupakan lahan mineral dan semak belukar dengan luas mencapai 5,5 hektare.
Pemadaman Melalui Jalur Darat dan Udara
BPBD Muara Enim membentuk tim yang disebar di enam titik hotspot untuk memadamkan api agar tidak merambat ke permukiman warga. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan membawa peralatan memadai, mulai dari mobil tangki suplai air, truk pemadam kebakaran, mesin jinjing, hingga selang machino.
Untuk titik hotspot yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, pihaknya meminta bantuan helikopter water bombing dari BPBD Sumsel guna pemadaman dari jalur udara.
Dalam operasi ini, BPBD Muara Enim juga melibatkan personel Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah desa, serta dibantu masyarakat sekitar.
Upaya Pendinginan untuk Cegah Api Muncul Kembali
Abdurrozieq Putra menjelaskan bahwa meski seluruh titik hotspot sudah padam, petugas tidak langsung menarik diri dari lokasi. Pendinginan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemunculan titik api baru yang bisa memicu karhutla susulan.
Karhutla di Muara Enim terjadi di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Kondisi lahan mineral dan semak belukar yang kering membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan jika tidak segera ditangani.