Fallout Pencipta Tim Cain: Industri Game Gagal Belajar dari Produk yang Buruk
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Rabu (19/2), Cain mengajak industri untuk berhenti berkaca pada kesuksesan semata. Ia mencontohkan banyak game yang dirilis, tidak begitu bagus, lalu dilupakan begitu saja—seperti Viking: Battle for Asgard—padahal dari sanalah pelajaran paling jujur bisa dipetik.
Bias Kesuksesan yang Menghantui Penerbit dan Pemain
"Bagi penerbit, kesuksesan adalah penjualan game. Karena itu, mereka sering tidak belajar dari kegagalan karena hanya melihat game yang laris," ujar Cain. Ia menyebut fenomena ini sebagai survivorship bias—kecenderungan untuk hanya menganalisis yang menang, bukan yang tumbang.
Masalah serupa juga menjangkiti para pemain. "Gamer sering menunjuk game populer dan berkata, 'kami ingin lebih dari itu,' tanpa benar-benar tahu bagian mana yang membuat game tersebut begitu bagus," tambahnya. Jika mereka menunjuk game yang buruk, biasanya hanya yang terkenal buruk, seperti Leisure Suit Larry: Magna Cum Laude.
Kegagalan Menyimpan Data Paling Jujur
Cain menegaskan bahwa di samping mencari kesamaan fitur dari game yang laris, industri seharusnya juga mencari pola dari game yang dianggap gagal. "Jika kamu tidak bisa membedakan yang baik dari yang buruk dalam sebuah game yang bagus, kamu akan kehilangan alasan mengapa game itu sukses," tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua aspek dari game yang baik berkontribusi pada kesuksesannya. Banyak judul hebat justru memiliki frame rate rendah, antarmuka pengguna yang buruk, atau bug yang sering bikin crash. Justru dengan duduk tenang mengamati game yang gagal, pemain dan pengembang bisa memahami mekanisme industri secara lebih dalam.
Inspirasi dari Karya Buruk
Pandangan ini sejalan dengan filosofi penulis komik legendaris Alan Moore yang pernah berkata, "Ya Tuhan, aku bisa menulis omong kosong seperti ini." Moore percaya inspirasi negatif dari membaca karya buruk justru lebih subur bagi penulis pemula dibanding membaca karya klasik.
Bagi Cain, video ini bukan sekadar kritik, melainkan ajakan untuk mengubah cara pandang. Jika semua pihak—dari eksekutif penerbit hingga pemain kasual—berani menoleh pada kegagalan, industri game bisa bergerak lebih sehat. Sayangnya, selama metrik kesuksesan masih diukur dari angka penjualan, pelajaran dari game-game yang terlupakan itu akan terus menjadi harta karun yang tak pernah digali.