Mahasiswa KKN Undip Luncurkan Website Desa Bulurejo dan Layanan Aduan Kekerasan Berbasis Kode QR di Wonogiri

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro meluncurkan website Desa Bulurejo dan layanan aduan kekerasan berbasis kode QR di Wonogiri.
Penulis: Farah
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:41:01 WIB

WONOGIRI — Warga Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, kini memiliki kanal baru untuk melaporkan tindak kekerasan di lingkungan tempat tinggalnya. Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) meluncurkan layanan pengaduan berbasis kode QR yang terintegrasi dengan situs desa, sebuah terobosan untuk mempermudah akses pelaporan bagi masyarakat.

Layanan ini diresmikan bersamaan dengan peluncuran website baru Desa Bulurejo yang dapat diakses melalui alamat desabulurejo.id. Situs tersebut merupakan pembaruan dari laman resmi desa sebelumnya yang dinilai sudah jarang diperbarui sejak akhir 2025.

Mekanisme Pelaporan: Cukup Pindai Kode QR

Mekanisme pengaduan dirancang sesederhana mungkin. Warga yang hendak melapor cukup memindai atau melakukan scan kode QR menggunakan telepon pintar. Setelah dipindai, kode tersebut akan mengarahkan pengguna menuju formulir pengaduan kekerasan yang tersedia di website Desa Bulurejo.

Laporan yang masuk selanjutnya diterima oleh perangkat desa untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kewenangan yang dimiliki. Program ini ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga yang telah memiliki akses internet dan perangkat digital.

Bukan Sekadar Aduan, Ada Modul Stunting hingga Peta Potensi Desa

Website baru ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengaduan. Sejumlah fitur lain turut melengkapi situs tersebut, antara lain profil desa, struktur pemerintahan, informasi UMKM, lowongan kerja, hingga informasi beasiswa. Situs ini juga memuat peta potensi desa yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan wilayah.

Selain itu, website tersebut memuat modul stunting yang merupakan luaran dari program kerja multidisiplin pertama Tim KKN Bulurejo. Ada pula naskah cerita rakyat setempat yang menjadi luaran program kerja sosial kemasyarakatan yang dikerjakan oleh Amsterdam Liem Danisworo.

Tiga Materi Dipaparkan di Balai Desa

Pengenalan layanan pengaduan dan website desa dilakukan melalui kegiatan pemaparan di Balai Desa Bulurejo pada 29 Juli 2026. Acara yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.

Pemaparan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama berupa psikoedukasi mengenai kekerasan yang disampaikan Gusti Agung Ayu Chayla Naomi Nugraha. Materi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kekerasan serta pentingnya keberanian untuk melaporkan tindakan di lingkungan sekitar.

Sesi kedua diisi pemaparan usulan penggunaan kode QR oleh Jacinda Kayla. Sementara sesi ketiga berupa pemaparan website Desa Bulurejo yang disampaikan Bagaskara, termasuk pengenalan fitur-fitur yang tersedia di dalamnya.

Digitalisasi Pelayanan dan Dukungan terhadap SDGs

Mahasiswa KKN Undip berharap kehadiran layanan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan masyarakat Desa Bulurejo. Digitalisasi dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh informasi sekaligus menyampaikan pengaduan dengan lebih mudah dan cepat.

Lebih dari itu, layanan ini diharapkan mampu mendorong kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memiliki peran dalam mencegah dan melaporkan kekerasan di lingkungan sekitar.

Program multidisiplin ini sekaligus mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh; serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Reporter: Farah