BPBD Sulsel Salurkan Air Bersih ke Dusun Kalosi Maros yang Alami Kekeringan Tahunan, Gubernur Turun Tangan

BPBD Sulsel bersama Andalan Peduli dan UPZ Provinsi Sulsel menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Kalosi, Kabupaten Maros, yang terdampak kekeringan tahunan.
Penulis: Farah
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:16:31 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan bersama Andalan Peduli dan UPZ Provinsi Sulsel menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Kalosi, Kabupaten Maros. Bantuan ini menyasar warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang terjadi setiap tahun. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan kolaborasi lintas pihak diperlukan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.

MAROS — Warga Dusun Kalosi, Kabupaten Maros, kembali menerima pasokan air bersih dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Bantuan disalurkan langsung oleh BPBD Sulsel bersama Andalan Peduli dan UPZ Provinsi Sulsel di tengah puncak musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut penyaluran ini merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang tengah dilanda kesulitan air. Ia memastikan BPBD akan terus memantau wilayah rawan kekeringan dan mempercepat distribusi bantuan ke titik-titik yang membutuhkan.

"Kami terus berupaya hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan," ujar Andi Sudirman di Makassar, Jumat.

Kekeringan Bukan Fenomena Baru di Kalosi

Bagi warga setempat, kondisi ini bukanlah hal asing. Muhammad Idris, salah seorang warga Kalosi, menyampaikan bahwa kekeringan telah menjadi siklus tahunan yang selalu mengancam ketersediaan air bersih di dusunnya.

"Di sini kekeringan setiap tahun, butuh memang bantuan air bersih kalau musim seperti ini (kemarau). Semua warga butuh air," kata Idris.

Ia mengaku antusias dengan kehadiran bantuan dari pemprov. Menurutnya, distribusi air ini sangat berarti bagi warga yang selama ini harus mengandalkan pasokan dari luar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya antusias menerima bantuan dari Pemprov Sulsel, khususnya Pak Gubernur Sulawesi Selatan. Terima kasih banyak Pak Gubernur atas bantuannya karena memang di sini betul-betul butuh yang namanya air bersih," katanya.

Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Bencana Kemarau

Gubernur menekankan bahwa persoalan kekeringan tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi kemanusiaan dan lembaga filantropi, agar jangkauan bantuan lebih luas dan cepat sampai ke masyarakat.

"Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan tentunya kami berkolaborasi dengan berbagai pihak agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata dia.

Pemprov Sulsel melalui BPBD berkomitmen terus memperbarui data wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dari pendistribusian air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Reporter: Farah