Bawaslu Demak Ajak Mahasiswa UPGRIS Jadi Pengawas Pemilu, Ada Magang hingga Sekolah Kader
DEMAK — Bawaslu Kabupaten Demak mulai merancang kerja sama strategis dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk menanamkan literasi demokrasi dan melibatkan mahasiswa dalam pengawasan pemilu. Agenda ini mencakup program magang, pelatihan pengawasan partisipatif, hingga kelas pendidikan penyelesaian sengketa yang menyasar mahasiswa Fakultas Hukum.
Anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari konsolidasi demokrasi yang menyasar generasi muda. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis untuk membangun kesadaran politik yang sehat sejak dini.
“Salah satu agenda yang menjadi poin kerja sama Bawaslu Demak dengan Fakultas Hukum UPGRIS Semarang adalah membuka ruang bagi mahasiswa untuk magang, berdiskusi, mengikuti pelatihan pengawasan partisipatif, maupun kelas pendidikan penyelesaian sengketa,” ujar Kusfitria, Jumat (21/8/2026).
Program Kampus Pengawas Partisipatif dan Kuliah Umum
Sejumlah program berpotensi dikembangkan bersama UPGRIS, antara lain Kampus Pengawas Partisipatif, kuliah umum, serta seminar rutin yang mengangkat isu demokrasi dan kepemiluan. Bawaslu Demak tidak hanya menyasar mahasiswa hukum, tetapi juga mahasiswa calon guru.
Pembekalan wawasan kebangsaan, pendidikan politik, dan demokrasi dinilai penting bagi calon pendidik. Guru memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan pemilih pemula di sekolah.
Guru Sahabat Demokrasi: Menanamkan Nilai Anti Politik Uang
Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah pembentukan program “Guru Sahabat Demokrasi” sebagai mitra Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif di masyarakat. Bawaslu Demak juga membuka peluang Training of Trainers (ToT) bagi guru yang membahas kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pencegahan pelanggaran pemilu.
Guru dapat dilibatkan sebagai narasumber maupun fasilitator dalam Sekolah Kader Pengawas Partisipatif hingga program Bawaslu Goes to School. Upaya ini diperkuat melalui pengembangan media pembelajaran yang dekat dengan generasi muda, seperti video pendek, podcast, komik digital, hingga simulasi pemilu.
“Guru juga bisa menyusun modul pembelajaran sederhana tentang demokrasi, pemilu, antipolitik uang dan etika bermedia sosial yang dapat digunakan di sekolah,” kata Kusfitria.
UPGRIS Buka Ruang Kemitraan untuk Pendidikan dan Pengabdian
Rektor UPGRIS, Sapto Budoyo, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menegaskan pihaknya selalu membuka ruang kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“UPGRIS selalu berkomitmen untuk bermitra dengan stakeholder, salah satunya Bawaslu Kabupaten Demak. Mahasiswa maupun dosen UPGRIS bisa belajar dan bekerja sama dengan Bawaslu terkait pemajuan pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sapto berharap sinergi ini mampu memperkuat pemahaman politik dan demokrasi di kalangan mahasiswa, sekaligus memberikan pengalaman praktis mengenai proses pengawasan pemilu dan partisipasi warga dalam demokrasi.