Pencarian

Film Between Two Lovers Tayang di Busan, Angkat Kisah Throuple Jepang

Minggu, 11 Oktober 2026 • 16:40:31 WIB
Film Between Two Lovers Tayang di Busan, Angkat Kisah Throuple Jepang
Film Between Two Lovers karya Nanako Hirose tayang perdana di kompetisi Busan Film Festival.

LINKARFAKTA.COM — Film Between Two Lovers karya sutradara Nanako Hirose tayang perdana di kompetisi Busan Film Festival sebagai karya keduanya. Masami Nagasawa memerankan Uta, penulis buku anak yang mengajak suami dan selingkuhannya menjalin hubungan bertiga. Drama keluarga ini menyorot poliamori dan pengasuhan anak oleh pasangan sesama jenis di Jepang kontemporer.

Nanako Hirose kembali menyutradarai film panjang keduanya lewat Between Two Lovers yang masuk jajaran Competition di Busan Film Festival. Hirose dikenal sebagai protege sutradara Hirokazu Kore-eda, dan jejak pengaruh itu terlihat jelas dalam cara ia membangun drama keluarga yang penuh ketegangan.

Film ini menempatkan Masami Nagasawa sebagai Uta, penulis serial buku gambar anak "Little Miss Mushroom" yang hidupnya mapan bersama suaminya, Morio. Di balik kehidupan rumah tangganya, Uta menjalani hubungan rahasia selama enam tahun dengan editornya, Junna.

Premis: Suami, Istri, dan Kekasih dalam Satu Rumah

Morio diperankan Tasuku Emoto sebagai suami yang mendambakan anak, sementara Uta sama sekali tidak tertarik membangun keluarga. Di sisi lain, Junna yang diperankan Shizuka Ishibashi ingin menjadi ibu, tetapi terhalang aturan hukum yang membatasi akses donor sperma dan perawatan kesuburan bagi perempuan tanpa pasangan pria.

Konflik memuncak saat Morio mengundang Junna makan malam, tanpa tahu hubungan sebenarnya antara Junna dan istrinya. Alkohol dan rasa frustrasi akhirnya membongkar kehidupan ganda Uta. Alih-alih mengakui kesalahannya, Uta mengusulkan agar Morio menjadi donor anak Junna dan ketiganya tinggal serumah.

Kritik: Berani Angkat Isu, Tapi Kurang Tajam

Hirose yang juga menulis dan menyunting naskahnya membangun situasi yang berpotensi meledak. Namun alur cerita kemudian berjalan lewat serangkaian kompromi yang dianggap melemahkan ketajaman filmnya.

Aturan hukum kuno yang membatasi pasangan sesama jenis dan perempuan tanpa suami justru diakui dan diikuti, bukan ditantang atau dikritik secara terbuka. Pilihan naratif ini membuat beberapa pengamat menilai film kehilangan keberaniannya di paruh akhir.

Dinamika ketiganya tetap menarik untuk diikuti, terutama saat Junna hamil dan pindah ke rumah keluarga. Morio berubah semakin protektif terhadap perempuan yang mengandung anaknya, sementara Junna perlahan masuk ke peran yang lebih konvensional sebagai ibu sekaligus pasangan. Uta yang awalnya mendominasi situasi justru merasa tersisih dari kelompok yang ia ciptakan sendiri.

Penampilan Para Pemain dan Aspek Teknis

Nagasawa tampil berbeda dari peran-peran sebelumnya dengan memerankan Uta yang egois dan naif. Ishibashi menghadirkan Junna yang tabah dan penuh empati, sedangkan Emoto membangun Morio sebagai sosok rapuh dengan niat baik.

Dari sisi teknis, desain produksi Ryo Sugimoto menyoroti dua ruang hidup yang sama-sama hangat namun kontras, yaitu rumah pinggiran kota milik pasangan suami istri dan sarang cinta rahasia Uta bersama Junna. Skor musik dari HIMI turut memperkuat atmosfer film.

Between Two Lovers menambah daftar film Jepang yang membahas bentuk keluarga alternatif di tengah masyarakat yang konservatif. Tayangnya film ini di Busan membuka peluang distribusi ke pasar internasional, meski sebagian penonton progresif diperkirakan pulang dengan rasa belum puas.

Sumber: variety.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks