Pencarian

Bayi IVF Punya Jejak Genetik Unik di DNA, Ini Kata Peneliti

Jumat, 09 Oktober 2026 • 09:01:31 WIB
Bayi IVF Punya Jejak Genetik Unik di DNA, Ini Kata Peneliti
Peneliti Universitas Sun Yat-sen memeriksa sampel darah anak yang dikandung melalui IVF dan tanpa perawatan kesuburan.

LINKARFAKTA.COM — Lebih dari 13 juta anak di dunia lahir melalui prosedur IVF atau bayi tabung. Sebuah studi terbaru dari Universitas Sun Yat-sen di Tiongkok menemukan bayi hasil IVF memiliki jumlah DNA dari gen lompat (jumping gene) yang sedikit lebih tinggi dibanding bayi yang dikandung secara alami. Simak penjelasan lengkapnya untuk ibu yang sedang menjalani program kehamilan.

Prosedur kehamilan lewat IVF atau bayi tabung memang berbeda dari kehamilan alami. Perbedaan itu tidak hanya soal proses pembuahan, tetapi juga jejak genetik yang tertinggal di DNA si kecil.

Tim peneliti dari Universitas Sun Yat-sen, Tiongkok, memeriksa sampel darah 33 anak yang dikandung melalui IVF dan 42 anak yang dikandung tanpa perawatan kesuburan. Hasilnya, anak-anak dari kelompok IVF memiliki jumlah DNA LINE-1 yang sedikit lebih tinggi secara keseluruhan.

Apa Itu Gen Lompat (Jumping Gene)?

Gen lompat adalah potongan DNA yang bisa membuat salinan diri sendiri, lalu menyisipkan salinan itu ke bagian baru dalam DNA seseorang. Jenis yang diperiksa dalam studi ini disebut LINE-1.

Penelitian sebelumnya pada tikus sempat menunjukkan bahwa pengalaman di awal kehidupan bisa memengaruhi gen lompat di otak. Namun, apa yang terjadi pada tikus tidak bisa langsung menggambarkan apa yang terjadi pada embrio manusia selama proses IVF.

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?

Sebagian besar sampel darah diambil dari tali pusat saat lahir, sebagian lagi berasal dari anak-anak berusia dua hingga lima tahun. Tim peneliti juga membandingkan apakah hasilnya berbeda tergantung jenis perawatan kesuburan yang dijalani.

Beberapa anak dikandung melalui IVF konvensional, sementara yang lain lewat prosedur di mana satu sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur. Menariknya, peneliti tidak menemukan perbedaan yang jelas dalam jumlah LINE-1 antara kedua kelompok tersebut.

Di tiga keluarga, peneliti bisa membandingkan anak yang dikandung lewat IVF dengan saudara kandung yang dikandung tanpa perawatan kesuburan. Anak yang dikandung lewat IVF memiliki lebih banyak DNA LINE-1 di ketiga keluarga itu.

Meski begitu, tiga keluarga terlalu sedikit untuk memastikan bahwa perbedaan tersebut benar-benar disebabkan oleh IVF.

Perbedaan Lebih Jelas pada Anak Perempuan

Ketika peneliti memisahkan anak-anak berdasarkan jenis kelamin, perbedaannya lebih jelas terlihat di antara anak perempuan. Anak laki-laki menunjukkan tren serupa, tetapi hasilnya kurang pasti.

Para peneliti menyebut kelompok yang lebih besar diperlukan untuk mengetahui apakah perbedaan itu benar-benar berlaku secara umum. Penelitian ini juga tidak mengukur apakah gen-gen tersebut berperilaku berbeda, dan tidak mengikuti anak-anak untuk melihat apakah ada yang sakit di kemudian hari.

Titik DNA yang Berkaitan dengan Kesehatan

Saat meneliti DNA anak-anak lebih dekat, tim menemukan bahwa di beberapa titik, urutan LINE-1 terdeteksi lebih sering pada satu kelompok dibanding kelompok lainnya. Beberapa titik tersebut berada di wilayah DNA luas di sekitar gen yang sebelumnya dikaitkan dengan jantung, metabolisme, otak, dan kanker.

Temuan ini belum bisa menjawab apakah perbedaan tersebut menjelaskan perbedaan kesehatan yang dilaporkan pada penelitian sebelumnya. Untuk saat ini, koneksi ini memberi ilmuwan tempat khusus untuk ditelusuri lebih lanjut.

Studi Lain di Nature Medicine Perkuat Bukti

Sebuah studi terpisah yang jauh lebih besar dan dipublikasikan di Nature Medicine membandingkan DNA 8.328 bayi dengan orang tua mereka. Studi itu menemukan hubungan antara langkah pengobatan fertilitas tertentu dan perubahan DNA baru, beberapa muncul sejak awal perkembangan.

Studi tersebut meneliti jenis perubahan yang berbeda, sehingga tidak mengonfirmasi temuan baru ini. Namun, hasil itu menjadi bukti tambahan bahwa reproduksi berbantuan mungkin meninggalkan bekas pada DNA.

Yang Perlu Ibu Pahami soal Hasil Studi Ini

Peneliti belum bisa memastikan kapan perbedaan DNA itu muncul, karena mereka hanya membaca DNA anak dari sampel darah dan tidak mengamati langsung gen lompat yang bergerak pada embrio. Tanpa DNA dari kedua orang tua, mereka juga tidak dapat mengetahui apakah perubahan tertentu terjadi pada anak atau diwariskan lewat keluarga.

Pengalaman lain selama kehamilan pun mungkin ikut berperan. Jadi, temuan ini bukan alasan untuk khawatir berlebihan, melainkan informasi awal yang membuka jalan bagi penelitian lanjutan tentang IVF dan perkembangan awal anak.

Untuk ibu yang sedang atau akan menjalani program bayi tabung, diskusikan setiap kekhawatiran dengan dokter spesialis fertilitas. Setiap kondisi dan riwayat kesehatan berbeda, sehingga saran medis tetap harus disesuaikan dengan situasi masing-masing.

Sumber: haibunda.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks