Pencarian

Tabrakan Sampah Antariksa SpaceX di Bulan: NASA Rilis Foto Kawah Baru

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 12:05:01 WIB
Tabrakan Sampah Antariksa SpaceX di Bulan: NASA Rilis Foto Kawah Baru
NASA Rilis Foto Kawah Baru di Bulan Akibat Tumbukan Roket Falcon 9.

JAWA TIMUR — Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi keberadaan kawah baru di permukaan Bulan melalui citra yang diambil wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). Kawah tersebut merupakan bekas lokasi tumbukan tahap atas roket SpaceX Falcon 9 yang jatuh pada 5 Agustus lalu. Gambar detail memperlihatkan kawah baru itu tumpang tindih dengan kawah lama, membentuk pola menyerupai diagram Venn di permukaan Bulan.

Kawah Baru di Bulan: Bekas Jatuhnya Roket Falcon 9

Berdasarkan analisis citra LRO, kawah yang terbentuk memiliki lebar 60 kaki dengan kedalaman kurang dari 10 kaki. Wahana yang mengorbit 60 mil di atas permukaan Bulan dengan kecepatan 3.600 mph ini berhasil memotret detail area tumbukan setelah misi pemetaan awal dilakukan.

Sebelumnya, posisi pasti lokasi kecelakaan telah ditandai lebih dulu oleh Korea Pathfinder Lunar Orbiter. Wahana asal Korea Selatan itu bekerja di bawah panduan Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA untuk menemukan titik jatuh, sebelum LRO menyusul mengambil gambar resolusi tinggi.

Bekas Tumbukan Menunjukkan Material dari Dalam Bulan

Foto yang dirilis NASA memperlihatkan garis-garis terang dan gelap yang memancar dari lokasi tumbukan. Material gelap yang terlihat merupakan tanah dan batuan permukaan yang telah terpapar radiasi matahari dalam waktu lama. Sementara itu, garis terang berasal dari material yang terlontar dari lapisan lebih dalam saat terjadi benturan keras.

Tabrakan terjadi saat tahap atas Falcon 9 yang seharusnya menjadi sampah antariksa setelah menyelesaikan misi peluncuran pendarat komersial tahun lalu, justru tertarik gravitasi Bulan. Kecepatan hantaman mencapai 5.400 mil per jam saat menghantam permukaan.

Polusi Antariksa di Bulan Kian Mengkhawatirkan

Insiden ini membuka kembali persoalan minimnya regulasi pengelolaan sampah antariksa. Perjanjian Outer Space Treaty memang menyebut negara-negara harus menghindari kontaminasi berbahaya di luar angkasa dan benda langit. Namun aturan tersebut tidak memiliki definisi tegas, mekanisme penegakan hukum, dan tidak mengatur aktivitas perusahaan swasta.

Kasus roket jatuh ke Bulan bukan pertama kali terjadi. Pada 2022, tahap roket Long March milik China secara tidak sengaja menabrak Bulan dan meninggalkan kawah. Setahun kemudian, wahana Luna-25 milik Rusia yang mencoba mendarat di kutub selatan Bulan justru keluar dari orbit dan hancur setelah bertabrakan dengan permukaan.

Meningkatnya aktivitas manusia di Bulan, termasuk rencana pembangunan pangkalan permanen, diprediksi akan semakin memperbanyak sampah antariksa di permukaan yang sebelumnya masih alami. Kawah baru ini menjadi bukti nyata bahwa "membuang" roket bekas di luar angkasa memiliki konsekuensi langsung terhadap benda langit lain.

Sumber: jalopnik.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks