LINKARFAKTA.COM — Apple kembali menyerang OpenAI dalam sengketa rahasia dagang setelah OpenAI dianggap memasukkan argumen baru di luar aturan pengadilan. Perselisihan ini muncul dari permintaan injunksi awal Apple terhadap dua mantan karyawannya, Chang Liu dan Tang Tan, serta perusahaan io Products. Sidang pembahasan permintaan injunksi dijadwalkan berlangsung 14 Oktober mendatang.
Gugatan Apple menuduh Chang Liu, Tang Tan, OpenAI, dan io Products melakukan penyalahgunaan rahasia dagang. Apple meminta pengadilan mengeluarkan injunksi awal untuk mencegah rahasia dagangnya semakin tertanam dalam pengembangan perangkat keras OpenAI selama proses hukum berjalan.
Dalam proses permohonan injunksi itu, Apple mengajukan reply brief yang didukung lima deklarasi ahli. Langkah tersebut memicu pihak tergugat menuduh Apple memasukkan bukti baru secara tidak semestinya dan meminta pengadilan mengabaikan sebagian materi tersebut.
Dalil Apple soal Pelanggaran Aturan Pengadilan
Apple membalas tuduhan itu dengan argumen bahwa pihak tergugat melampaui batas aturan pengadilan. Menurut Apple, Rule 7-3(d)(1) memperbolehkan pihak untuk menolak bukti baru dalam reply brief, tetapi melarang penyertaan argumen tambahan atas permohonan tersebut.
Apple menilai pihak tergugat justru memakai berkas keberatan mereka untuk memperdebatkan ulang pokok permohonan injunksi awal. Salah satu contoh yang disorot Apple adalah perdebatan soal apakah Dr. Runge punya dasar untuk memberikan analisis dan mampu menanggapi bukti yang berlawanan.
Apple juga menyoroti deklarasi baru dari Liu yang disebutnya sebagai pelanggaran paling mencolok. Deklarasi itu memuat delapan paragraf kesaksian baru, termasuk alasan Liu menghapus seluruh data dari iMac-nya sebelum mengembalikan perangkat ke Apple.
Deklarasi Liu dan Soal Pesan Teks
Dalam deklarasi tersebut, Liu juga memperdebatkan makna pesan teks dengan salah satu pemasok Apple. Ia berupaya menjelaskan penggunaan salah satu berkas komputer rahasia milik Apple. Menurut Apple, kesaksian semacam itu melanggar larangan penyampaian argumen tambahan atas permohonan.
Apple mencatat berkas keberatan dan deklarasi Liu bersama-sama mencapai sembilan halaman. Jumlah itu melampaui batas lima halaman teks yang diizinkan untuk berkas keberatan.
Saat mengajukan deklarasi Liu, pihak tergugat berargumen pengadilan sebaiknya mempertimbangkannya hanya jika pengadilan juga memutuskan mempertimbangkan bukti Apple yang mereka permasalahkan.
Permintaan Apple ke Pengadilan
Apple berpendapat argumen dan bukti baru dari pihak tergugat lebih mirip sur-reply daripada keberatan. Pihak tergugat tidak mengajukan izin untuk menyampaikan sur-reply tersebut.
Karena tergugat sudah menanggapi bukti baru dalam reply Apple lewat berkas mereka, Apple meminta pengadilan menolak permintaan untuk mencoret bukti apa pun dari reply tersebut. Apple ingin pengadilan memutus permohonan injunksi awal berdasarkan catatan lengkap, mencakup argumen dan bukti dari kedua belah pihak.
Sengketa ini menjadi babak terbaru perseteruan hukum antara Apple dan OpenAI yang melibatkan mantan karyawan Apple. Pengadilan dijadwalkan mendengar argumen atas permohonan injunksi awal Apple pada 14 Oktober.