LINKARFAKTA.COM — Bagi banyak ibu di Indonesia, tanggal merah sering tetap dipenuhi kesibukan mengurus rumah dan keluarga. Frisian Flag Indonesia melalui kampanye #TanggalMerahUntukIbu mengajak keluarga di Bandung memberi ibu waktu istimewa untuk dirinya sendiri. Berikut makna ibu produktif dan pentingnya me time menurut psikolog.
Bagi sebagian orang, tanggal merah berarti waktu beristirahat atau berkumpul bersama keluarga. Namun bagi ibu, hari libur sering tetap diisi menyiapkan sarapan, mengurus kebutuhan rumah, dan memastikan semuanya berjalan baik.
Padahal, ibu juga berhak punya hari untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Frisian Flag Indonesia melalui kampanye #TanggalMerahUntukIbu mengajak keluarga memberikan waktu istimewa itu kepada ibu.
Acara #TanggalMerahUntukIbu di Bandung
Semangat tersebut diwujudkan lewat acara #TanggalMerahUntukIbu yang digelar di Trans Studio Mall Bandung pada 25-27 September 2026. Kegiatan ini mengajak bapak dan seluruh anggota keluarga mengambil peran sejenak, sehingga ibu bisa menikmati hari yang lebih berarti.
Rangkaian acara ini bukan sekadar hiburan. Ada juga talk show edukatif bertema "Ibu Lebih Produktif, Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermakna" yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Makna Ibu Produktif Menurut Psikolog
Talk show tersebut dipandu Psikolog Pernikahan Rayna Winata bersama influencer Dhatu Rembulan. Keduanya membahas pentingnya menciptakan momen bermakna agar ibu tetap bahagia menjalani berbagai peran.
Rayna menegaskan bahwa produktif tidak selalu berarti sibuk. Menurutnya, menjadi ibu produktif bukan soal melakukan sebanyak mungkin kegiatan atau mengisi setiap hari dengan kesibukan.
"Produktif adalah melakukan suatu hal yang bermakna di satu momen. Produktif bukan hanya menghasilkan uang. Misalnya, Ibu Rumah Tangga juga bisa produktif karena bisa mengatur keuangan keluarganya. Jadi produktif dan sibuk itu berbeda ya," kata Rayna.
Me Time Bukan Berarti Egois
Ibu yang produktif tetap membutuhkan waktu untuk diri sendiri atau me time untuk mengisi kembali energi. Me time bisa dilakukan lewat self-care, seperti menjalani hobi atau aktivitas yang disukai.
Menurut Rayna, self-care bukan tanda ibu bersikap egois. Meluangkan waktu untuk diri sendiri justru menjadi cara menjaga energi agar bisa menjalankan berbagai peran dengan baik.
"Penting untuk menyempatkan diri dengan self-care, seperti olahraga, merajut, atau melukis. Kalau enggak self-care, bisa berada di kondisi ekstrem dan menyebabkan stres atau kita jadi mempertanyakan diri sendiri. Padahal, kita sebagai Ibu bisa saja capek dan merasa bersalah," ungkap Rayna.
"Tapi yang penting, ibu yang melakukan self-care itu bukan berarti dia egois. Ingat ya, kita tidak bisa menuang dari gelas yang kosong. Jadi, kita perlu isi energi yang cukup untuk bisa menjalankan peran dengan baik," sambungnya.
Tanggal Merah Khusus ala Dhatu Rembulan
Influencer Dhatu Rembulan sepakat soal pentingnya self-care bagi ibu yang produktif. Ibu dua anak ini bahkan punya "Tanggal Merah untuk Ibu" sebagai waktu khusus mengambil jeda di tengah kesibukan mengurus keluarga.
"Aku punya tanggal merah khusus, biasanya seminggu sekali. Tanggalnya aku yang atur. Jujur, aku butuh banget jeda untuk mengembalikan energi," ungkap Dhatu.
Dhatu memilih mengambil waktu untuk diri sendiri sebelum merasa benar-benar kelelahan. Baginya, tanggal merah itu menjadi kesempatan untuk relaks, beristirahat, atau melakukan aktivitas yang disukai.
"Aku itu tipe ibu yang tanggal merahnya dilakukan sebelum capek banget. Bisa seminggu sekali untuk relaks, menikmati hari, rebahan, atau melakukan hal lain yang disukai," tuturnya.
Afirmasi Positif untuk Diri Sendiri
Dhatu menambahkan, me time bagi ibu produktif juga menjadi salah satu bentuk menyayangi diri sendiri. Selain meluangkan waktu untuk beristirahat, ia menyarankan para ibu membiasakan diri memberi afirmasi positif setelah melakukan sesuatu yang berarti bagi keluarga.
"Kita harus bisa welas asih dan sayang pada diri sendiri. Misalnya, kita dapat membuat dialog-dialog yang positif dengan diri sendiri, seperti bilang, 'Alhamdulillah aku sudah bangun pagi dan bikin sarapan untuk keluarga'," ujar Dhatu.
Kampanye #TanggalMerahUntukIbu menjadi pengingat sederhana: ibu juga perlu jeda untuk mengisi energi. Dengan begitu, ia bisa kembali menjalankan perannya dengan lebih bahagia dan bermakna.