LINKARFAKTA.COM — Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Dukungan itu disampaikan sebagai bentuk apresiasi kepada petani yang dinilai menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Muhamad Mardiono menegaskan bahwa penguatan produksi pangan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produktivitas, optimalisasi lahan, penguatan sarana produksi, hingga pembangunan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Menurutnya, petani memegang peran strategis dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan, sehingga berbagai kebijakan perlu diarahkan untuk memberikan dukungan yang semakin kuat kepada mereka.

Dukungan tersebut mencakup sisi produksi, sarana prasarana, akses pasar, hingga kepastian lahan bagi petani. Mardiono menilai, kebijakan yang berpihak kepada petani menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Apresiasi Tertinggi untuk Petani Indonesia

Mardiono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani Indonesia yang terus menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa petani adalah fondasi utama ketahanan pangan negara.

"Apresiasi tertinggi saya sampaikan kepada seluruh petani Indonesia. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Mardiono dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Pernyataan itu menegaskan posisi petani sebagai pihak yang paling terdampak sekaligus paling menentukan dalam upaya pemerintah mencapai kemandirian pangan. Tanpa dukungan nyata kepada mereka, target produksi pangan nasional berisiko sulit tercapai.

Langkah Strategis Mentan Amran yang Didukung Mardiono

Mardiono menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Menurutnya, kebijakan yang dijalankan Mentan Amran sejalan dengan upaya melindungi petani dan meningkatkan produksi pangan.

Penguatan produksi pangan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berhenti pada peningkatan hasil panen. Optimalisasi lahan, penguatan sarana produksi, serta pembangunan ekosistem pertanian yang berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Dengan pendekatan terpadu, kebijakan pertanian diharapkan tidak hanya mendorong produksi, tetapi juga memberikan kepastian usaha bagi petani, termasuk dalam hal akses pasar dan kepemilikan lahan.

Dampak bagi Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

Dukungan terhadap kebijakan Mentan Amran menyasar langsung kepentingan petani di berbagai daerah, mulai dari petani padi, hortikultura, hingga peternak. Kepastian lahan dan akses pasar menjadi dua hal yang paling dinantikan karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan mereka.

Bagi masyarakat luas, penguatan sektor pertanian berdampak pada ketersediaan pangan yang lebih stabil. Produksi yang meningkat turut membantu menjaga pasokan dan harga pangan di pasar, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

Mardiono menilai, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani menjadi prasyarat utama agar kebijakan ketahanan pangan berjalan efektif. Tanpa sinergi tersebut, berbagai program yang dirancang berisiko tidak menyentuh persoalan riil di lapangan.

Rencana ke Depan

Ke depan, penguatan produksi pertanian akan terus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan. Pemerintah juga mendorong penguatan sarana produksi agar petani memiliki modal dan peralatan yang memadai untuk menggarap lahan secara lebih efisien.

Pembangunan ekosistem pertanian yang berkelanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan menjaga kesuburan lahan dan keberlanjutan usaha tani, bukan hanya mengejar hasil panen sesaat.

Dukungan Mardiono terhadap kebijakan Mentan Amran menegaskan bahwa isu ketahanan pangan menjadi prioritas lintas lembaga. Dengan sinergi yang kuat, target peningkatan produksi pangan nasional dinilai lebih realistis untuk dicapai sekaligus memperkuat posisi petani sebagai penopang utama kedaulatan pangan Indonesia.