LINKARFAKTA.COM — Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 mulai perdagangan Senin (28/9). Kebijakan ini membuka ruang bagi saham-saham yang selama ini tertahan di level gocap untuk bergerak ke harga baru, dengan antrean jual terbesar tercatat pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencapai 406,20 juta lot.

Langkah BEI menghapus batas bawah Rp50 mengubah mekanisme pembentukan harga saham yang sebelumnya terkunci di level tersebut. Selama ini, saham yang sudah menyentuh Rp50 tidak bisa turun lebih rendah secara nominal meskipun tekanan jual masih deras mengalir.

Bursa berharap kebijakan ini memperbaiki proses price discovery sekaligus mendorong likuiditas perdagangan saham lapis bawah. Dengan rentang harga yang lebih lebar, permintaan dan penawaran punya ruang lebih besar untuk menentukan harga wajar suatu emiten.

Antrean Jual GOTO Paling Besar di Antara Saham Gocap

Data per Senin (28/9) pukul 07.10 WIB menunjukkan antrean jual GOTO menembus 406,20 juta lot. Angka itu jauh melampaui saham gocap lain yang juga menunggu pembukaan perdagangan dengan aturan baru.

Berikut daftar saham yang sebelumnya tertahan di Rp50 beserta antrean jualnya:

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra, menilai perubahan aturan ini berpotensi meningkatkan tekanan jual pada emiten dengan fundamental lemah, likuiditas tipis, dan sentimen negatif yang menumpuk.

"Besarnya penurunan nantinya akan sangat bergantung pada perbandingan antara pasokan saham yang ingin dijual dan minat beli setelah harga minimum dihapus," kata Hendra dalam keterangannya, dikutip Senin (28/9).

Tekanan Jual Tidak Otomatis Jatuh ke Rp1

Hendra menegaskan penurunan batas bawah tidak serta-merta membuat seluruh saham gocap langsung merosot ke Rp1. Harga baru tetap terbentuk dari interaksi permintaan dan penawaran di pasar.

"Jadi, bukan berarti semua saham gocap otomatis akan turun ke Rp 1. Harga baru akan terbentuk sesuai kekuatan permintaan dan penawaran di pasar," ujar Hendra.

Besarnya tekanan pada masing-masing emiten akan bergantung pada kondisi fundamental, sentimen pasar, jumlah investor yang ingin keluar, serta ketersediaan pembeli di harga baru. Emiten dengan kinerja keuangan solid dan likuiditas memadai berpeluang lebih tahan menghadapi gelombang jual.

Sejumlah Saham Masih Disuspensi BEI

Tidak semua saham yang berada di level gocap aktif diperdagangkan. Sebagian masih dalam status suspensi atau penghentian sementara perdagangan oleh BEI, sehingga belum tentu ikut bergerak pada sesi perdagangan pertama dengan aturan baru.

Bagi investor, kebijakan ini menuntut kehati-hatian lebih tinggi dalam menilai saham lapis bawah. Harga yang lebih murah tidak otomatis mencerminkan valuasi menarik jika fundamental emiten tidak mendukung. Perubahan batas bawah juga menjadi penentu arah IHSG ke depan, terutama dari sisi likuiditas dan pembentukan harga di segmen saham berkapitalisasi kecil.