LINKARFAKTA.COM — Parallax Films, agen penjualan internasional yang berbasis di kawasan Sinophone dengan tim di Asia dan Eropa, akan membawa "Aman" ke pasar global. Kesepakatan ini diumumkan sebelum film tersebut tayang perdana di kompetisi Short Cuts, Toronto Film Festival.
Setelah Toronto, "Aman" dijadwalkan melaju ke BFI London Film Festival untuk premier Eropa di seksi kompetisi yang memilih 10 film pendek dari seluruh dunia. Ini jadi panggung kedua film tersebut dalam waktu berdekatan.
Premis dan Tim Kreatif
"Aman" mengikuti seorang trans man yang menemukan dirinya hamil di malam sebelum operasi afirmasi gender. Film ini menempatkan pengalaman kehamilan yang selama ini lekat dengan konstruksi gender di pusat cerita.
Rahul Roye menulis sekaligus menyutradarai film ini. Ini merupakan short ketiganya setelah "Man & Wife" dan "A Lullaby for Yellow Roses".
"'Aman' adalah upaya saya menciptakan ruang bagi tubuh dan identitas yang menolak disederhanakan. Kehamilan adalah salah satu pengalaman paling bergender dalam masyarakat kita, diritualkan, dipolitisasi, dan dikontrol," kata Roye.
Dengan menempatkan trans man sebagai pusat cerita, Roye menyebut filmnya mempertanyakan seberapa rapuh definisi gender yang selama ini dipegang. "Pada akhirnya, ini film tentang becoming," ujarnya.
Pemain dan Produksi
Kabir Maan, seorang aktivis transgender, menjalani debut aktingnya sebagai pemeran utama. Ia beradu peran dengan Sirat Taneja, Guntaj Deep Singh, dan Satakshi Nandy.
Taneja sebelumnya tampil di Toronto lewat dokumenter Deepa Mehta berjudul "I Am Sirat". Kehadirannya menambah bobot cast film ini di kancah festival internasional.
"Aman" diproduksi Apoorva Bakshi untuk Awedacious Originals, Elle León Nostas untuk Aymara Films, Neeraj Churi untuk Lotus Visual Productions, serta Tushar Tyagi dan Abid Aziz Merchant. Nikkhil Advani dan Dominique Welinski didapuk sebagai executive producer.
Alasan Parallax Films Mengambil "Aman"
Pendiri Parallax, Liuying Cao, menyebut "Aman" sebagai film ambisius yang tetap berpijak pada emosi manusia. Menurutnya, film ini menyentuh pengalaman paling intim seseorang tanpa kehilangan realitas sosial dan politik yang menyertainya.
"Alih-alih mengandalkan slogan, film ini mencapai penonton lewat rasa sakit yang visceral, terwujud, dan sangat manusiawi. Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan film queer India yang indah dan menyentuh ini," kata Cao.
Para produser menyambut baik kerja sama ini. Mereka menilai Parallax membawa kombinasi langka antara keahlian penjualan global dan pendekatan yang sangat personal terhadap setiap film yang mereka wakili.
"Kami ingin partner yang bisa memegang film kami yang sensitif dan berlapis dengan tangan lembut, melindungi apa yang membuatnya intim dan singular, sekaligus ambisius dan presisi soal posisinya di dunia," ujar para produser dalam pernyataan bersama.
Dukungan dan Jejak Festival
Produksi "Aman" didukung Sumitra Gupta Foundation for the Arts, Keshav Suri Foundation, dan Kashish Q Drishti Film Grant yang dipersembahkan Kashish Arts Foundation. Ada pula dukungan tambahan dari Renuka Shahane dan Lotus Visual Productions.
Dengan premier di Toronto dan London, "Aman" menempatkan sinema queer India di panggung festival global. Parallax Films akan menangani penjualan worldwide untuk film ini.