LINKARFAKTA.COM — Keputusan Bungie mengubah ritme pengembangan Marathon datang dari pengumuman resmi di akun Bluesky @marathonteam.bungie.net, Senin (14/9/2026). Studio yang berbasis di Bellevue, Washington ini menyatakan tidak lagi terikat kalender season bulanan yang selama ini memaksa tim merilis konten dalam tenggat ketat.

Bagi pemain Marathon di Indonesia yang terbiasa dengan model ranked season ala Valorant atau battle pass Mobile Legends, penyesuaian ini berarti jadwal farming konten baru akan lebih jarang tapi lebih terukur. Tidak ada lagi kejar tayang per bulan yang berisiko memunculkan bug atau konten setengah matang.

Update Oktober: Reset Progression dan Vault Breaker Kembali

Sebelum menunggu patch besar Desember, Bungie menjadwalkan Nightfall refresh pada 6 Oktober. Update ini mereset progression, menyegarkan ekonomi dalam game, dan memperbaiki reward yang selama ini dianggap tidak merata.

Mode Vault Breaker PvE juga kembali hadir untuk waktu terbatas. Di sela Oktober hingga Desember, tim menjanjikan sejumlah "gameplay experiments" yang belum dirinci lebih lanjut.

"We're moving away from a strict seasonal schedule to give the team more flexibility to build, test, and improve features before release," tulis tim Marathon di pengumuman resmi yang diunggah pukul 18.19 UTC, 14 September 2026.

Symbiosis Desember: PvE Jadi Mode Permanen

Patch Symbiosis di Desember menjadi konten terbesar yang ditunda. Bungie mengonfirmasi PvE akhirnya dibuat permanen, bukan lagi mode sementara yang muncul-muncul. Runner shell baru akan tersedia, ditambah social space lengkap dengan firing range dan mode Team Deathmatch experimental.

"[Symbiosis] is only the beginning of what we're working toward. As players spend time with these updates and share their feedback, we'll continue refining and expanding Marathon," kata Bungie dalam pernyataan yang sama.

Studio juga menjanjikan Dev Insights video dan development update rutin. Blog pertama tentang arah jangka panjang Marathon dijadwalkan terbit akhir September 2026, membahas evolusi game menjadi "a more alien and dynamic survival experience."

Kenapa Bungie Tinggalkan Jadwal Seasonal?

Akar masalahnya ada di season terakhir. Bungie mengakui sistem progression saat ini membuat sebagian pemain terlalu cepat masuk endgame sementara sisanya tertinggal jauh.

"This made Extraction more difficult to engage with and prevented the reset from working as intended," tulis pengembang. "October gives us an opportunity to apply what we learned and establish a healthier progression experience."

Reset yang seharusnya memberi fresh start bagi semua pemain justru menciptakan kesenjangan. Mode Extraction—inti dari gameplay Marathon—menjadi tidak ramah bagi mereka yang belum mencapai endgame. Inilah yang coba diperbaiki lewat Nightfall dan Symbiosis.

Reaksi Komunitas dan Bayangan Destiny 2

Di sisi lain, komunitas tidak sepenuhnya tenang. Angka concurrent player Marathon di Steam terus menurun, dan penundaan konten besar selama dua bulan terasa seperti langkah darurat untuk game yang masih berusia sangat muda.

Memori soal Destiny 2 juga menghantui. Bungie pernah meninggalkan model season di game flagship-nya demi format "episodes"—keputusan yang nyatanya tidak berhasil menyelamatkan retensi pemain. Beberapa komunitas mempertanyakan apakah Marathon akan mengulangi pola yang sama.

Head of Communications Bungie, Dylan Gafner alias dmg04, merespons keresahan tersebut di X. Ia menyatakan pemain bisa "expect more comms from the team over the next few weeks (and months)."

Bagi gamer Indonesia yang mengikuti genre extraction shooter, Marathon kini berada di persimpangan. Model baru dengan PvE permanen dan social hub bisa membuat game ini lebih Destiny-like secara positif—memberi alasan untuk login tanpa tekanan grind musiman. Tapi tanpa komunikasi transparan dan konten yang konsisten, jendela waktu Oktober-Desember bisa menjadi periode kritis yang menentukan apakah Marathon bertahan atau tenggelam sebelum sempat matang.