LINKARFAKTA.COM — Lima wilayah kecamatan di Jawa Barat merasakan getaran nyata akibat peristiwa seismik pada Minggu (6/9/2026) pukul 09:06:37 WIB. Kawasan pesisir seperti Sindangbarang, Singajaya, Pameungpeuk, dan Rancabuaya mencatat skala intensitas III MMI, sementara kawasan Pangalengan merasakan getaran pada skala II MMI.

Skala III MMI mengindikasikan getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar melintas. BMKG mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk tidak panik namun tetap memperhatikan kondisi bangunan sekitar.

"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG dalam laman resminya.

Sebaran Wilayah Terdampak dan Titik Pusat Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis parameter resmi yang memetakan episentrum gempa berada di laut, tepatnya 81 kilometer arah selatan Kabupaten Bandung. Kedalaman gempa tergolong menengah-dangkal, yakni berada di kedalaman 58 kilometer di bawah permukaan laut.

Perbedaan tingkat guncangan di lapangan dipengaruhi oleh jarak dari episentrum serta formasi batuan lokal. Wilayah pesisir selatan Jawa Barat mencatat intensitas getaran yang lebih tinggi dibanding kawasan Bandung bagian tengah.

Berikut daftar sebaran wilayah yang melaporkan getaran gempa:

Langkah Kewaspadaan Pascagempa di Lapangan

Meskipun kekuatan gempa berada di magnitudo 4,4, peringatan dini terhadap gempa susulan menjadi protokol standar keselamatan dari otoritas terkait. BMKG meminta warga memastikan jalur evakuasi di lingkungan tempat tinggal tetap terbuka tanpa hambatan.

Masyarakat juga disarankan memeriksa integritas struktur tempat tinggal masing-masing sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan. Retakan pada dinding struktural atau tiang penyangga harus segera diwaspadai guna mencegah risiko runtuhan jika terjadi aktivitas seismik lanjutan.

Aparatur dan warga setempat diimbau hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi BMKG serta instansi kebencanaan daerah untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.