SEMARANG — Garis pantai utara Jawa Tengah kini menghadapi potensi limpasan air laut pasang setinggi 1 meter yang diprakirakan terjadi pada dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga pesisir meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap ancaman banjir rob tersebut.

Kenaikan muka air laut itu diprediksi berlangsung dalam rentang waktu pukul 03.00 hingga 06.00 WIB. Cakupan wilayah terdampak membentang luas di sepanjang Pantura, melintasi Brebes, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang.

Kapan Banjir Rob Mengancam Pesisir Pantura?

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Efendi, menjelaskan bahwa pasang air laut ini dapat melumpuhkan sejumlah sektor vital masyarakat pesisir jika tidak diantisipasi sejak awal.

"Waspada terhadap banjir rob ini karena dapat mengganggu aktivitas warga, mulai dari transportasi, proses bongkar muat barang di pelabuhan, hingga sektor budidaya perikanan darat dan petani garam," tegas Usman.

Sementara itu, ketinggian gelombang laut di kawasan perairan utara Jateng masih berada pada kategori landai berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, gelombang di perairan selatan Jawa Tengah terpantau mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Mengapa Risiko Karhutla Ikut Meningkat di Jawa Tengah?

Di daratan, dinamika cuaca justru memperlihatkan kondisi kontras. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menuturkan wilayah Jawa Tengah secara umum didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan sejak pagi hingga awal malam hari tanpa adanya guyuran hujan.

Absennya presipitasi menyebabkan temperatur udara melonjak pada siang hari dan merosot drastis saat malam. Angin bertiup dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam, sementara kelembaban udara berada di rentang 45 sampai 95 persen dengan suhu 16 hingga 34 derajat Celcius.

"Kami meminta warga untuk waspada terhadap gangguan kesehatan akibat perubahan suhu yang kontras. Selain itu, tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketiadaan hujan mengakibatkan tanaman menjadi kering dan sangat mudah tersulut api," ujar Ferry Oktarisa, Minggu (6/9).

Daftar Daerah yang Mengalami Cuaca Cerah Berawan Sepanjang Hari

Sebagian besar wilayah Jawa Tengah terpantau berada dalam kondisi cerah dan kering. Kondisi ini membuat vegetasi semak belukar kian rentan terbakar bila terkena percikan api sekecil apa pun.

Wilayah-wilayah yang diperkirakan cerah berawan sepanjang hari meliputi:

BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun pembersihan lahan menggunakan api guna meminimalkan lonjakan titik panas.