SIDOARJO — Pabrik rokok milik CV Karunia yang berlokasi di Dusun Kajar RT 8/RW 4, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Besarnya kobaran api sempat membuat warga setempat panik berhamburan ke luar rumah. Pasalnya, bangunan pabrik tersebut berdiri berdekatan langsung dengan kawasan permukiman penduduk.
Enam Armada Damkar Dikerahkan Padamkan Kertas Pabrik
Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan kebakaran. Petugas di lapangan berkejaran dengan waktu mengingat api cepat membesar di salah satu ruangan pabrik.
Bahan baku yang tersimpan di dalam area produksi menjadi kendala utama percepatan proses pemadaman. Material yang didominasi kertas membuat kobaran api terus membara dan menyulitkan petugas yang bertugas melokalisasi area titik panas.
“Karena yang terbakar diduga kertas. Petugas Damkar ada sedikit kendala, tetapi pasokan air sudah bisa diakses,” jelas Kapolsek Jabon AKP Nanang Mulyono, Sabtu (5/9/2026).
Penanganan Tiga Jam Tanpa Korban Jiwa
Setelah berjibaku menembus asap tebal selama lebih dari tiga jam, tim pemadam akhirnya berhasil mengendalikan perambatan api menjelang tengah malam.
“Api sekitar pukul 23.15 WIB berhasil dilokalisir,” ujar Nanang.
Usai api pokok berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan penanganan dengan proses pendinginan secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kobaran susulan di antara puing-puing sisa produksi rokok.
Aparat kepolisian memastikan peristiwa ini tidak memakan korban jiwa maupun korban luka dari pihak pekerja maupun warga sekitar pabrik.
“Tidak ada korban jiwa,” pungkas Nanang.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu pemicu pasti munculnya api di dalam ruangan pabrik tersebut. Meski penyebab kebakaran belum terungkap, taksiran nilai kerugian materiil akibat kerusakan bangunan dan terbakarnya material rokok diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.