LINKARFAKTA.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengganti lima posisi direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di kantor pusat BTN, Jakarta, Jumat, 4 September 2026. Perombakan ini disebut manajemen sebagai langkah mempercepat eksekusi strategi "Beyond Mortgage".
Kata Dirut BTN Soal Beyond Mortgage
Direktur Utama Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan bahwa strategi ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis KPR yang selama ini jadi fondasi utamanya. "Ini merupakan bagian dari regenerasi, peremajaan pengelolaan perbankan yang berfokus pada sektor perumahan," ujar Nixon, menegaskan perumahan tetap jadi kompetensi inti sembari memperluas layanan consumer banking untuk membuka sumber pendapatan baru.
Kenapa Butuh Wajah Baru
Menurut Nixon, kelima direktur baru dipilih karena "CV-nya tadi pengalamannya juga cukup lebar dan luas", dan diproyeksikan mampu "mempercepat transformasi BTN jilid dua" — istilah yang mengindikasikan perombakan ini adalah kelanjutan dari fase transformasi sebelumnya.
Momentum yang Tidak Biasa
Yang menarik, langkah ini diambil saat kinerja BTN justru sedang tumbuh solid: laba bersih naik 40,78 persen year-on-year menjadi Rp2,41 triliun per Juni 2026 — mengindikasikan perombakan bukan reaksi atas masalah, melainkan persiapan menghadapi fase ekspansi berikutnya.
Yang Tidak Berubah
Posisi Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama tetap dipegang nama lama — Nixon L.P. Napitupulu dan Oni Febriarto Rahardjo — begitu pula Dewan Komisaris, menjaga arah strategi tetap konsisten meski ada penyegaran di posisi direktur teknis.
Kesimpulan
Rombak direksi ini pada akhirnya adalah bagian dari eksekusi strategi Beyond Mortgage — bukan sekadar pergantian personel, melainkan penyesuaian tim untuk fase ekspansi bisnis BTN berikutnya.