LINKARFAKTA.COM — Serial The Last of Us di HBO sukses memikat komunitas gamer dan penonton umum sejak tayang perdana Januari 2023. Namun, jauh sebelum Pedro Pascal dan Bella Ramsey memerankan Joel dan Ellie, adaptasi game ikonik PlayStation ini awalnya disiapkan sebagai film bioskop.

Rencana film layar lebar tersebut akhirnya kandas di tengah jalan. Sutradara game Naughty Dog, Neil Druckmann, menilai pendekatan studio film pada masa itu justru berisiko merusak identitas asli franchise.

Tuntutan Studio Bikin Adaptasi Nyaris Mirip World War Z

Druckmann membeberkan alasan utama proyek film tersebut mandek. Pihak eksekutif perfilman menuntut adegan laga berskala besar yang menyerupai film zombi populer.

"Make it bigger, make it more like World War Z," kata Neil Druckmann menirukan instruksi eksekutif studio.

Druckmann menolak keras arahan tersebut. Baginya, The Last of Us bertumpu pada ikatan emosional antar-karakter di dunia pasca-apokaliptik, bukan sekadar baku tembak atau aksi spektakuler.

"Go make World War Z. Why make The Last of Us? The Last of Us is not that," ujar Neil Druckmann.

Format film dua jam dinilai terlalu sempit untuk merangkum perjalanan Joel dan Ellie tanpa memotong substansi cerita.

"It would have been awful. It would have been one of those bad adaptations had we finished that one," tambah Druckmann saat berbicara di podcast Logically Speaking.

Proyek 2014 Bareng Sam Raimi yang Masuk Development Hell

Jejak proyek adaptasi layar lebar ini dimulai pada 2014 lewat pengumuman resmi Sony Pictures. Nama sutradara trilogi Spider-Man, Sam Raimi, bahkan sempat digandeng sebagai produser.

Kala itu, aktris Game of Thrones Maisie Williams sempat masuk bursa calon pemeran Ellie dan telah bertemu langsung dengan Druckmann serta Raimi. Nama Kaitlyn Dever juga dipertimbangkan untuk peran yang sama—meski Dever kemudian direkrut memerankan karakter Abby di serial HBO Season 2.

Meskipun naskah draf kedua sempat rampung pada 2015 dan melewati tahap table read bersama sejumlah aktor, proyek tersebut kehilangan arah. Tanpa sutradara definitif dan jadwal produksi yang jelas, proyek The Last of Us versi film resmi masuk fase development hell hingga akhirnya ditinggalkan Naughty Dog.

HBO Beri Kebebasan Fokus ke Drama

Arah adaptasi berubah total saat Druckmann membawa The Last of Us ke HBO bersama showrunner Craig Mazin. Pendekatan televisi memungkinkan alur cerita dieksplorasi secara perlahan tanpa batasan durasi bioskop.

Bos HBO Casey Bloys memberikan kebebasan kreatif penuh kepada tim produksi untuk memprioritaskan kekuatan cerita di atas kuantitas aksi visual.

"Do as much action as you need to, and no more. Do as much violence as you need to, and no more. Here, we sell drama," tutur Casey Bloys seperti ditirukan Druckmann.

Keputusan beralih ke format serial terbukti tepat bagi PlayStation Productions. Setelah merilis musim kedua pada 2025, HBO kini mempersiapkan produksi musim ketiga yang digadang-gadang menjadi penutup serial, sementara Druckmann mulai mengalihkan fokusnya ke pengembangan proyek baru Naughty Dog, Intergalactic: The Heretic Prophet.