Pemulihan Tambak Warga Pidie Jaya Diprioritaskan untuk Pulihkan Ekonomi Pascabencana
Bencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya meninggalkan luka panjang di sektor perikanan budi daya. Ribuan hektare tambak warga rusak, lumpur mengendap, dan tanggul jebol di sejumlah titik. Pemkab Pidie Jaya pun menempatkan pemulihan tambak sebagai prioritas utama.
"Pemkab Pidie Jaya memprioritaskan pemulihan atau normalisasi tambak masyarakat terdampak bencana. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan perekonomian masyarakat pascabencana," kata Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Kamis.
Kerusakan 1.700 Hektare Tambak
Data Pemkab Pidie Jaya mencatat luas tambak terdampak mencapai 1.700 hektare. Dari angka tersebut, 745 hektare mengalami rusak ringan dan 300 hektare masuk kategori rusak berat. Sisanya mengalami kerusakan sedang.
Sebagian kawasan tambak prioritas tersebar di Dayah Kleng dan Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu. Hasil peninjauan lapangan di Dayah Kleng menunjukkan sedimentasi lumpur dalam jumlah besar. Bagian tanggul di lokasi itu juga ditemukan rusak.
"Kondisi ini membuat tambak tidak dapat langsung digunakan untuk budi daya hanya dengan intervensi benih. Normalisasi, pembersihan endapan, perbaikan tanggul, serta pembenahan saluran pengairan menjadi tahapan penting sebelum tambak kembali dioperasikan," ujarnya.