Konsumsi Gas Melon Diprediksi 8,7 Juta Ton, Pertamina Siapkan Pembatasan Pembelian
LINKARFAKTA.COM — Angka ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR, Rabu (26/8). Ia mengungkapkan, realisasi penyaluran LPG 3 kg hingga Juli 2026 saja sudah mencapai 5,05 juta ton.
Penyebab Boros di Belanja Subsidi
Laode menjelaskan, salah satu pemicu utama membengkaknya konsumsi adalah sistem penyaluran yang masih terbuka. Hampir semua golongan masyarakat bisa membeli gas melon tanpa batasan, baik yang berhak maupun tidak berhak menerima subsidi.
"Kita melihat bahwa pendistribusian LPG ini masih bersifat terbuka. Hari ini LPG 3 kilogram itu masih bisa digunakan oleh siapa saja, jadi ini nanti akan kita atur," ujar Laode.
Kondisi ini berbeda dengan skema yang direncanakan pemerintah ke depan. Jika pembatasan konsumen benar-benar diterapkan, prognosa penyaluran 2026 turun menjadi sekitar 8,3 juta ton — lebih rendah 400 ribu ton dibanding skenario tanpa pengendalian.
Angka Penyaluran Bengkak Tiga Tahun Beruntun
Catatan Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi LPG subsidi selalu melewati kuota yang ditetapkan. Pemerintah pun kerap me