Mesin Yamaha Yamaha YZR-M1 Meledak di Sprint Race Aragon, Quartararo: Saya Hampir Berhenti

Mesin Yamaha YZR-M1 tunggangan Fabio Quartararo mengeluarkan asap tebal dan mati total pada lap kelima Sprint Race Aragon, Sabtu (16/8/2026).
Penulis: Doni
Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:53:31 WIB

LINKARFAKTA.COM — Sprint Race di Sirkuit Aragon, Sabtu (16/8/2026), berakhir lebih cepat bagi Fabio Quartararo. Mesin Yamaha YZR-M1 tunggangannya mati total dan mengeluarkan asap tebal saat balapan memasuki lap kelima dari total 11 putaran. Padahal, pebalap asal Prancis itu sebelumnya sudah kesulitan sejak sesi kualifikasi dengan hanya mampu menempati posisi ke-17 di grid.

Quartararo mengungkapkan bahwa masalah sebenarnya sudah terasa jauh sebelum mesinnya benar-benar rusak. "Saya hampir berhenti saat start karena mesinnya sudah bermasalah," ujarnya seperti dikutip dari Crash. Pernyataan itu menunjukkan betapa parah kondisi motor Yamaha nomor 20 tersebut sejak awal balapan.

Alokasi Mesin Menipis di Tengah Musim

Kegagalan di Aragon ini menjadi pukulan telak bagi Quartararo dari sisi teknis. Pasalnya, ia sebelumnya sudah kehilangan satu unit mesin dari jatah musim ini. Dengan regulasi MotoGP yang membatasi jumlah mesin per pebalap, kini ia hanya memiliki tiga mesin baru yang tersisa hingga seri ke-19.

Menariknya, Quartararo sendiri mengaku tidak yakin mesin mana yang mengalami kerusakan di Aragon. "Sejujurnya, saya tidak tahu berapa banyak mesin yang kami miliki. Tapi menurut saya, sisa masa pakainya sudah tidak banyak lagi," tambahnya. Ketidakpastian ini justru menjadi sinyal buruk bagi kesiapan teknis tim pabrikan Iwata tersebut.

Peran Berubah Jadi Pebalap Tes di Akhir Pekan Balap

Yang lebih mengkhawatirkan, sepanjang akhir pekan di Aragon Quartararo mengaku perannya lebih mirip pebalap tes ketimbang pebalap yang berlomba meraih poin. Ia sibuk menguji berbagai komponen anyar yang dibawa Yamaha, namun hasilnya nihil. "Sepanjang akhir pekan ini motor tersebut terasa sangat lambat. Kami harus menguji banyak hal," keluhnya.

Salah satu komponen yang menjadi fokus pengujian adalah sasis baru. Hasilnya? "Ya, itu lebih buruk. Kemarin saya bilang itu lebih buruk. Mereka ingin membandingkannya lagi pagi ini. Hasilnya tetap lebih buruk," tegas Quartararo. Ia juga menyebut tim mencoba komponen penghubung baru, tetapi tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan.

Kegagalan di Aragon ini memunculkan pertanyaan besar tentang arah pengembangan Yamaha di tengah musim. Alih-alih bersaing di papan atas, Quartararo justru dijadikan kelinci percobaan untuk paket pembaruan yang hasilnya diakuinya sendiri tidak membawa perbaikan. Jika tren ini berlanjut, musim 2026 bisa menjadi musim terberat bagi pebalap berjuluk El Diablo itu.

Reporter: Doni