Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Padam, BPBD Jatim Masih Tutup Jalur Pendakian di Tahura Raden Soerjo

Helikopter water bombing menjatuhkan 1.000 liter air di Sabana Lembah Lengkehan untuk membasahi area terdampak kebakaran Gunung Arjuno-Welirang.
Penulis: Doni
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:20:32 WIB

SURABAYA — Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan hasil observasi terbaru menunjukkan tidak ada titik api di Gunung Arjuno. Kondisi ini dipastikan setelah dilakukan penyisiran dan pembasahan dari udara pada Jumat (21/8/2026).

"Update hingga pukul 13.00 WIB, hasil observasi menunjukkan tidak ditemukan titik api di kawasan Gunung Arjuno," kata Satriyo saat dikonfirmasi detikJatim.

Water Bombing 1.000 Liter Air Dikerahkan ke Sabana

Proses pemadaman dari udara kembali dilakukan hari ini dengan menerjunkan helikopter yang membawa 1.000 liter air. Water bombing difokuskan di wilayah Sabana Lembah Lengkehan yang menjadi salah satu area terdampak karhutla.

"Tadi siang helikopter yang mengangkut 1.000 Liter air untuk water bombing telah melakukan pembasahan di wilayah Sabana Lembah Lengkehan. Saat ini helikopter masih disiagakan di Abdurahman Saleh," jelasnya.

Meski api sudah tidak terlihat, helikopter tersebut tetap disiagakan. Langkah ini sebagai antisipasi munculnya titik api baru yang kerap terjadi di kawasan pegunungan kering.

Personel dan Avtur Disiagakan di Posko Kaliandra

BPBD Jatim tidak hanya mengandalkan pemantauan dari udara. Personel gabungan yang bertugas di Posko Kaliandra juga diminta terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala.

"Personel yang bertugas di Posko Kaliandra saat ini melaksanakan pemantauan serta bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Saat ini bahan bakar avtur juga telah disiagakan di Lapangan Kaliandra Resort," jelas Satriyo.

Kesiapsiagaan logistik ini dinilai penting agar proses water bombing bisa dilakukan sewaktu-waktu tanpa hambatan, terutama jika titik api kembali muncul di area yang sulit dijangkau petugas darat.

Luasan Lahan Terbakar Masih Didata, Akses Pendakian Ditutup

Hingga saat ini, BPBD Jatim belum bisa memastikan total luasan lahan yang terbakar. Pendataan terkendala kondisi medan yang curam di lokasi kejadian, sehingga tim harus melakukan pengukuran secara hati-hati.

"Masih didata, dan pendakian di Gunung Arjuno serta Welirang masih ditutup meski statusnya saat ini sudah padam. Kami pastikan terlebih dahulu bahwa api sudah padam. Tim BPBD, TNI-Polri, relawan masih terus melakukan penyisiran," tandasnya.

Penutupan jalur pendakian ini berlaku untuk sementara waktu hingga seluruh area dinyatakan steril dari potensi api. Masyarakat diimbau mematuhi larangan tersebut demi keselamatan bersama dan mencegah meluasnya karhutla kembali.

Reporter: Doni