HIMPERRA Property Expo 2026 di Solo Hadirkan 26 Pengembang, 4.082 Unit Rumah Siap Dipasarkan

Suasana area pameran HIMPERRA Property Expo 2026 di Solo yang dihadiri sejumlah pengunjung.
Penulis: Galih
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:10:31 WIB

SURAKARTA — Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) DPC 4 Solo Raya mencatat masih ada sekitar 4.082 unit rumah yang siap dipasarkan di wilayahnya. Angka itu belum termasuk proyek baru yang diluncurkan para pengembang selama pameran berlangsung.

Sepanjang 2025, capaian akad penjualan di kawasan Solo Raya tercatat 1.660 unit. Ketua DPC 4 HIMPERRA Solo Raya, Sigit Sugih Harjo, menyebut pihaknya optimistis angka tersebut bisa berlipat tahun ini seiring dengan gelaran pameran dan dukungan skema pembiayaan pemerintah.

“Saat ini masih tersedia sekitar 4.082 unit. Kami optimis dan terus berkolaborasi dengan asosiasi agen properti serta supplier material untuk mempercepat penjualan, sekaligus mensukseskan Program Nasional 3 Juta Rumah,” ujar Sigit dalam pembukaan pameran, Jumat (21/8/2026).

Expo Perdana HIMPERRA di Indonesia

Ketua Panitia HIMPERRA Property Expo 2026, Muhammad Zulfikar Waqid, mengatakan kegiatan ini menjadi pameran pertama yang digelar HIMPERRA di Indonesia. Ia berharap ajang ini tidak sekadar menjadi etalase produk, tetapi juga ruang edukasi yang mempertemukan pengembang, perbankan, supplier, dan calon pembeli.

“Kami berharap pameran ini menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan memberikan dampak positif bagi industri properti di Jawa Tengah,” kata Zulfikar.

Insentif PPN 100 Persen Jadi Daya Tarik Pembeli

Ketua Umum DPP HIMPERRA, Ari Tri Priyono, menilai sisa tahun 2026 menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, untuk membeli rumah. Ia merujuk pada sejumlah stimulus yang masih berlaku, seperti skema pembiayaan Angsuran MBR yang terjangkau, insentif PPN DTP 100 persen untuk hunian menengah hingga Rp2 miliar, serta pembebasan biaya BPHTB di sejumlah daerah.

“Tahun ini HIMPERRA menargetkan penjualan secara nasional hingga mendekati 70.000 unit,” jelas Ari.

Target serupa juga dikejar di tingkat provinsi. HIMPERRA Jawa Tengah memasang target realisasi 15.000 unit rumah sepanjang 2026 yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Angka ini meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 9.900 unit.

CSR untuk Rumah Tidak Layak Huni di Empat Daerah

Pembukaan pameran juga diwarnai penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). DPD HIMPERRA Jawa Tengah menyerahkan bantuan masing-masing Rp25 juta per unit kepada empat daerah, yakni Kabupaten Grobogan, Kendal, Boyolali, dan Kota Surakarta.

Ketua DPD HIMPERRA Jawa Tengah, Sugiyatno, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kemudahan perizinan dan insentif pembebasan BPHTB.

“HIMPERRA tidak hanya berbisnis, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi sosial bagi daerah,” tegasnya.

Efek Berganda bagi Ekonomi Solo Raya

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Surakarta, Nico Agus Putranto, menyebut pembangunan perumahan memiliki efek berganda bagi perekonomian. Sektor konstruksi, industri material, tenaga kerja, hingga UMKM ikut bergerak ketika proyek perumahan berjalan.

“Kami berharap expo ini menjadi solusi penyediaan hunian yang inovatif, berkualitas, terjangkau, serta tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan bagi masyarakat Solo Raya,” tutur Nico.

Reporter: Galih