Homey Raih Sertifikasi Matter 1.5, Jembatani Perangkat Lama ke Apple Home
Pengguna smart home di Indonesia yang selama ini kesulitan menyatukan perangkat dari berbagai merek ke satu ekosistem kini punya opsi baru. Athom, perusahaan asal Belanda, baru saja mengumumkan bahwa lini produk Homey—termasuk Homey Pro (2023-2026), Homey Pro mini, dan Homey Self Hosted Server—telah resmi meraih sertifikasi Matter 1.5.
Sertifikasi ini menjadi nilai jual utama di tengah pasar yang masih terfragmentasi. Berbeda dengan ekosistem tertutup, Matter adalah standar konektivitas terbuka yang memungkinkan perangkat dari produsen berbeda saling berkomunikasi. Dengan pembaruan ini, Homey tidak hanya mendukung perangkat terbaru, tetapi juga menjembatani perangkat lama yang tidak kompatibel dengan Matter.
Dukungan Baru untuk Perangkat Energi
Salah satu peningkatan terbesar di Matter 1.5 adalah penambahan kategori perangkat berfokus energi. Homey kini mendukung integrasi native untuk pengisi daya kendaraan listrik (EV charger), pompa panas, panel surya, hingga peralatan rumah tangga besar. Ini relevan bagi pengguna Indonesia yang mulai beralih ke energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Menariknya, Homey Pro dan Homey Pro mini dilengkapi Thread Border Router bawaan. Artinya, pengguna bisa langsung menghubungkan aksesori berbasis Thread tanpa perlu membeli hub tambahan. Sementara untuk pengguna versi self-hosted, integrasi perangkat Thread tetap bisa dilakukan dengan memanfaatkan jaringan Thread Border Router yang sudah tersedia di rumah.
Menjembatani Protokol Lama ke Ekosistem Baru
Keunggulan utama Homey selama ini terletak pada arsitektur multi-protokolnya. Perangkat ini mendukung Zigbee, Z-Wave, infrared, Bluetooth, 433 MHz, WiFi, hingga API proprietary. Melalui aplikasi Matter Bridge, pengguna bisa "memamerkan" perangkat non-Matter ke platform lain seperti Apple Home/HomeKit, Google Home, Amazon Alexa, SmartThings, dan Home Assistant.
Sistem ini bekerja dengan kontrol langsung secara lokal terhadap perangkat asli, sementara representasi standar—seperti lampu, soket, termostat, kunci pintu, tirai, dan sensor—dikirim ke platform penerima melalui protokol Matter. Pengguna tidak perlu mengganti seluruh perangkat lama mereka demi menikmati ekosistem smart home yang terintegrasi.
"Sebagian besar orang sudah memiliki perangkat yang tidak akan pernah berbicara Matter secara native, dan perangkat tersebut harus tetap bisa digunakan seperti halnya perangkat yang baru dibeli," ujar Stefan Witkamp, CEO Athom, dalam pernyataan resminya.
Posisi Homey di Lanskap Kompetisi
Sertifikasi Matter 1.5 ini menempatkan Homey selangkah lebih maju dibandingkan kompetitornya. Saat ini, Amazon Alexa masih berada di versi Matter 1.0, sementara Apple dan Google baru mencapai versi 1.4. Home Assistant, platform open-source yang populer, masih di versi 1.3. Artinya, Homey menjadi salah satu produk smart home pertama yang mendukung standar terbaru ini secara penuh.
Bagi pengguna di Indonesia yang ingin merapikan ekosistem smart home tanpa terikat satu merek, Homey menawarkan solusi yang patut dipertimbangkan. Perangkat ini tersedia untuk dibeli melalui Amazon. Dengan dukungan Matter 1.5, investasi pada perangkat smart home lama tidak akan sia-sia—semuanya bisa tetap terhubung dan dikendalikan dari satu pusat kendali.