Panduan Liburan Ibu dan Anak ke Seoul: K-Beauty, Hanbok, dan Seongsu yang Mirip Brooklyn

Seorang ibu dan anak perempuannya mengunjungi kawasan Seongsu yang dikenal dengan deretan butik dan kafe modern di Seoul.
Penulis: Redaksi
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:43:31 WIB

Perjalanan seorang ibu dan anak perempuannya yang berusia 10 tahun dari New York ke Seoul berawal dari rencana liburan musim semi selama dua minggu di Jepang. Juliet Izon, kontributor Conde Nast Traveler, memutuskan menambahkan Seoul ke rencana perjalanan mereka karena putrinya, Avvie, sangat menyukai K-Beauty dan K-Pop. Keputusan dadakan itu berubah menjadi pengalaman yang tak terlupakan, membuktikan bahwa Seoul adalah destinasi ideal bagi orang tua dan anak yang mulai remaja.

Mengapa Seoul Cocok untuk Liburan Ibu dan Anak?

Secara praktis, Seoul berada di zona waktu yang sama dengan Jepang, sehingga tidak ada jet lag tambahan yang perlu dikelola. Nilai tukar dolar AS terhadap won Korea juga membuat kota ini terasa lebih terjangkau. Bagi Avvie, Seoul menawarkan banyak hal yang ia sukai, mulai dari lip gloss hingga koreografi K-Pop. Yang menarik, Avvie datang dengan daftar keinginan sendiri tentang makanan dan tempat yang ingin dikunjungi, membuat ibunya mengikuti arahan sang anak.

"Anak usia 10-12 tahun itu mulai punya minat dan pendapat yang kuat. Ketika saya merencanakan perjalanan untuk kami berdua, dia datang dengan daftar makanan yang ingin dia makan atau tempat yang ingin dia jelajahi. Sering kali itu adalah tempat yang tidak akan saya pilih sendiri, tapi sama menyenangkannya," ujar Juliet.

Persiapan dan Kesan Pertama di Seoul

Sebelum berangkat, Juliet dan Avvie membeli buku panduan Seoul versi cetak dan menandai berbagai lingkungan, situs bersejarah, restoran, dan destinasi K-Beauty. Mereka juga menonton video YouTube, TikTok, dan acara perjalanan di Netflix untuk melengkapi riset.

Sesampainya di Seoul, ada dua hal yang mengejutkan. Pertama, Google Maps tidak berfungsi di Korea Selatan karena pemerintah setempat tidak mengekspor data peta beresolusi tinggi ke perusahaan asing. Aplikasi seperti Naver menjadi alternatif, meski butuh waktu untuk membiasakan diri. Kedua, musim semi di Seoul menawarkan pemandangan bunga sakura yang spektakuler, terutama di Namsan Mountain. Keindahan ini jarang disebut-sebut dibandingkan dengan Jepang.

Menjelajahi Seongsu, "Brooklyn"-nya Seoul

Setelah menurunkan barang di hotel, Juliet dan Avvie langsung menuju Seongsu, lingkungan di timur kota yang sering disamakan dengan Brooklyn, New York. "Sebagai orang New York, saya akan menambahkan kualifikasi: dengan toko-toko chic, restoran, dan gerombolan penduduk serta pengunjung yang berpakaian rapi, tempat ini seperti Williamsburg," kata Juliet. Butik di Seongsu buka hingga pukul 22.00, membuat kawasan ini tetap ramai hingga malam. Avvie dengan antusias berpindah-pindah dari toko makeup ke stan gantungan kunci tas.

Dua Hari dengan Pemandu Lokal: Kunci Optimalisasi Perjalanan

Untuk dua dari empat hari di Seoul, Juliet dan Avvie menggunakan jasa pemandu lokal bernama Alice dari Kensington Tours. Pengetahuan Alice tentang budaya, makanan, mode, dan sejarah Korea mengubah cara mereka menjelajahi kota. Bagi Juliet, menggunakan pemandu adalah filosofi perjalanan, bukan sekadar kenyamanan.

"Pemandu tidak hanya mengoptimalkan rute kunjungan wisata Anda, tetapi Anda juga punya seseorang untuk bertanya. Dengan anak berusia 10 tahun, pertanyaan itu sering muncul," jelas Juliet.

Alice membawa mereka ke Pasar Gwangjang untuk makan siang. Pasar yang luas dan ramai ini adalah tempat yang tepat untuk mencicipi hidangan lokal. Alice langsung menuju ke stan favoritnya untuk mencoba bindae-tteok, atau pancake kacang hijau, salah satu kuliner khas yang wajib dicoba.

Perpaduan antara wisata kuliner di pasar tradisional, berbelanja produk kecantikan, dan berfoto dengan hanbok di istana kerajaan membuat Seoul menjadi destinasi yang kaya pengalaman. Kota ini berhasil memenuhi ekspektasi liburan keluarga yang mencari perpaduan budaya, belanja, dan kuliner dalam satu perjalanan.

Reporter: Redaksi