Pencarian

5 Hotel Dunia untuk Pecinta Buku, dari New York hingga Pegunungan Alpen

Kamis, 24 September 2026 • 11:01:30 WIB
5 Hotel Dunia untuk Pecinta Buku, dari New York hingga Pegunungan Alpen
Schloss Elmau di Pegunungan Alpen Bavaria menyediakan perpustakaan dan toko buku bagi para tamu.

LINKARFAKTA.COM — Bagi sebagian wisatawan, liburan terbaik adalah duduk di ruang baca dengan rak buku setinggi langit-langit sambil ditemani kopi hangat. Sejumlah hotel di dunia kini menjadikan buku sebagai daya tarik utama, mulai dari perpustakaan pribadi hingga kamar bertema subjek pengetahuan. Pilihan penginapan ini tersebar dari Pegunungan Alpen Jerman hingga kawasan pedesaan New York.

Schloss Elmau berdiri di kawasan Pegunungan Alpen Bavaria, tepatnya di Krün, Jerman. Hotel ini menyediakan toko buku sendiri bernama Food for Thought, ruang perpustakaan khusus, dan kalender budaya yang rutin menggelar pembacaan penulis hingga festival sastra. Area penginapan terbagi menjadi dua bangunan utama: Hideaway yang menampung Silentium Library dengan teras terbuka menghadap pegunungan, serta Retreat yang memiliki Library Lounge and Bar.

Setiap tahun, Schloss Elmau menggelar 30 hingga 40 presentasi buku dan debat politik. Agenda tersebut berjalan berdampingan dengan konser musik yang sudah lebih dulu dikenal. Wisatawan bisa menyelipkan sesi membaca di sela-sela aktivitas hiking, perawatan spa, atau menikmati udara Alpen yang sejuk.

Library Hotel, New York: Konsep Dewey Decimal

Di New York City, Library Hotel mengusung konsep yang nyaris komikal dalam keseriusannya terhadap buku. Sistem Dewey Decimal menjadi cetak biru penginapan: sepuluh lantai kamar mewakili kategori pengetahuan utama, sementara 60 kamar masing-masing berfokus pada subjek tertentu lengkap dengan buku dan karya seni yang selaras.

Total koleksi hotel ini mencapai lebih dari 6.000 buku. Reading Room yang buka 24 jam menyediakan kopi, teh, camilan, dan ratusan judul untuk dibaca. Lokasinya hanya beberapa langkah dari New York Public Library. Dibandingkan hotel lain di kawasan Midtown, tarif Library Hotel tergolong lebih ramah kantong.

GoldenEye, Jamaika: Jejak Ian Fleming

GoldenEye di Oracabessa Bay, Jamaika, menjadi tempat yang sulit dipisahkan dari kisah James Bond. Ian Fleming pertama kali datang ke Jamaika saat Perang Dunia II, lalu kembali pada 1946 untuk membangun tempat peristirahatan tepi laut. Nama GoldenEye diambil dari operasi masa perang.

Di tempat inilah Fleming menulis 14 novel James Bond, dimulai dari Casino Royale. Ia sering menutup rapat jendela kamarnya agar pemandangan Karibia yang rimbun tidak mengalihkan perhatian. Kini, Fleming Villa masih menjadi bagian dari resor dengan meja tulisnya yang tetap terjaga. Membaca novel Bond di sini memberi sensasi tersendiri, ditemani laut dan taman yang sama seperti saat Fleming menulis.

Graduate by Hilton Princeton: Nostalgia Kampus

Graduate by Hilton Princeton menjual fantasi kampus yang manis dan sedikit nostalgik. Lobi hotel dirancang menyerupai perpustakaan kampus klasik dengan rak buku menjulang, sentuhan akademik vintage, kursi kulit, dan banyak sudut nyaman untuk membaca.

Bangunan bersejarah tahun 1918 yang telah direstorasi ini berada tepat di tepi kampus Princeton. Tamu bisa mengakses sistem perpustakaan universitas yang besar, termasuk Firestone Library dengan koleksi jutaan buku dan bahan langka. Suasana kolosalnya cocok bagi siapa pun yang masih merasa senang memegang kartu perpustakaan.

Hotel Lilien, New York: Perapian dan Buku

Hotel Lilien di Tannersville, New York, menawarkan salah satu tempat paling memikat untuk meringkuk di dekat perapian sambil membuka buku. Bangunan ini dibangun pada 1890-an dan mempertahankan nuansa klasiknya.

Suasana tenang khas penginapan pedesaan membuat tamu betah berlama-lama membaca satu bab, menikmati kopi, hingga matahari terbenam. Hotel ini cocok bagi wisatawan yang ingin liburan tanpa agenda padat dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan buku.

Tips Memilih Hotel Bertema Buku

  • Periksa ketersediaan perpustakaan atau ruang baca sebelum memesan, karena tidak semua hotel menawarkan akses 24 jam.
  • Untuk pengalaman maksimal, pilih kamar dengan tema subjek yang sesuai minat Anda.
  • Jika ingin mengikuti acara penulis atau festival sastra, cek kalender budaya hotel jauh hari.
  • Beberapa hotel memiliki koleksi buku langka, jadi tanyakan aturan peminjaman ke resepsionis.

Menginap di hotel bertema buku bisa menjadi cara berbeda menikmati liburan, terutama bagi wisatawan yang ingin suasana tenang dan reflektif. Durasi ideal untuk menikmati fasilitas literasi semacam ini adalah dua hingga tiga malam, cukup untuk menjelajah koleksi tanpa terburu-buru. Informasi tarif dan ketersediaan kamar sebaiknya dikonfirmasi langsung ke masing-masing hotel sebelum berangkat.

Sumber: cntraveler.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks