LINKARFAKTA.COM — Notifikasi promosi dan aplikasi bawaan yang menumpuk sering bikin ponsel murah terasa penuh sejak pertama kali dinyalakan. Sejumlah merek kini menawarkan antarmuka lebih rapi, meski tak ada yang benar-benar bebas bloatware. Berikut enam pilihan yang bisa dipertimbangkan pada September 2026.
Bloatware adalah aplikasi yang sudah terpasang sejak ponsel keluar dari kotak. Tidak semuanya berbahaya, tapi terlalu banyak aplikasi bawaan bikin tampilan sistem terasa penuh dan memakan ruang penyimpanan. Perlu dicatat, klaim "tanpa iklan" juga harus dibaca hati-hati: sebuah HP bisa minim iklan sistem, tapi tetap punya aplikasi bawaan yang menampilkan promosi.
1. Infinix Note 50 Pro
Ponsel ini menjalankan XOS berbasis Android 15 dengan layar AMOLED 6,78 inci dan refresh rate 144Hz. Dapur pacunya Helio G100 Ultimate, dipadukan RAM 8 GB atau 12 GB serta penyimpanan 256 GB.
Pengalaman software Note 50 Pro membaik dibanding generasi Infinix sebelumnya. Meski begitu, pengguna masih perlu mencermati aplikasi bawaan XOS seperti Palm Store dan fitur rekomendasi tertentu. Harga varian 8/256 GB berada di kisaran Rp3,7 jutaan.
2. Tecno Pova 7
Untuk kelas Rp2 jutaan, Pova 7 menawarkan baterai besar dan performa yang cukup kencang. Situs resmi Tecno Indonesia mencantumkan harga 8/128 GB sekitar Rp1,977 juta dan versi 8/256 GB sekitar Rp2,349 juta.
Antarmuka HiOS yang dipakai memang bukan Android murni. Kendati demikian, pengalaman penggunaan Pova 7 relatif tidak dibebani iklan pop-up yang muncul terus-menerus.
3. OPPO A60
OPPO A60 berjalan dengan ColorOS 14 berbasis Android 14 dan chipset Snapdragon 680. Varian 8/128 GB pernah tercatat di kisaran Rp2,2 juta-Rp2,6 jutaan, tergantung stok dan promo.
ColorOS punya tampilan cukup rapi dan sejumlah aplikasi bawaan bisa dihapus. Pengujian TechNave menemukan beberapa aplikasi bawaan yang membuat app drawer terasa penuh, jadi A60 lebih tepat disebut minim iklan sistem ketimbang bebas bloatware.
4. Motorola Moto G86 Power 5G
Motorola dikenal punya pendekatan software yang dekat dengan Android standar. Moto G86 Power 5G hadir dengan Android 15 dan baterai berkapasitas sangat besar, dibanderol Rp4,7 juta-Rp4,8 jutaan untuk varian 8/256 GB.
Klaim bebas bloatware pada perangkat ini tetap perlu catatan. Pengujian Tech Advisor menemukan aplikasi pihak ketiga seperti Booking.com, TikTok, LinkedIn, Amazon Music, dan beberapa game sudah terpasang sejak awal.
5. Tecno Spark Go 3
Bagi pengguna berbudget terbatas, Spark Go 3 membawa layar 6,75 inci dengan refresh rate hingga 120Hz, chipset UNISOC T7250, dan baterai 5.000 mAh. Pilihan memorinya 4/64 GB dan 4/128 GB.
Harga September 2026 berada di kisaran Rp2,1 juta-Rp2,3 jutaan. Perangkat ini lebih cocok untuk kebutuhan WhatsApp, media sosial, browsing, streaming, dan aktivitas ringan.
6. Samsung Galaxy A05
Samsung Galaxy A05 masih jadi salah satu pilihan entry-level dengan harga relatif terjangkau. Varian 4/64 GB tercatat sekitar Rp1,4 jutaan dalam daftar harga yang diperbarui pada 2026.
Samsung memakai antarmuka One UI. Dibanding sejumlah antarmuka Android lain, pengalaman penggunaan Samsung cenderung tidak berorientasi pada iklan pop-up.
Dari enam pilihan itu, tak ada satu pun yang benar-benar bersih total dari aplikasi bawaan. Motorola paling dekat dengan Android standar, sementara Infinix, Tecno, OPPO, vivo, realme, dan Samsung memakai antarmuka masing-masing. Periksa selalu isi perangkat setelah setup awal sebelum memutuskan membeli.