Pencarian

Film Hantu Dalam Sel Tayang di Netflix, Horor Satire Joko Anwar

Senin, 07 September 2026 • 15:22:01 WIB
Film Hantu Dalam Sel Tayang di Netflix, Horor Satire Joko Anwar
Endy Arfian dan Abimana Aryasatya tampil dalam film horor satire Joko Anwar yang tayang di Netflix.

LINKARFAKTA.COM — Karya ini mempertemukan sederet aktor kenamaan Indonesia lintas generasi. Selain Endy Arfian dan Abimana Aryasatya, film turut diperkuat oleh akting Yoga Pratama, Tora Sudiro, Lukman Sardi, Morgan Oey, hingga aktor asal Malaysia, Bront Palarae.

Premis Cerita dan Misteri Blok C

Plot film berpusat pada Dimas, seorang jurnalis yang diperankan oleh Endy Arfian. Nasib sial menimpa Dimas saat dituduh membunuh pemimpin redaksinya, yang tewas mengenaskan akibat kekuatan gaib tak kasat mata saat meluapkan amarah di kantor.

Tuduhan palsu tersebut melempar Dimas ke dalam penjara Blok C, area kurungan khusus narapidana kasus pembunuhan dan penipuan. Penjara ini dipimpin oleh Jefri, kepala sipir kejam dan tanpa kompromi yang diperankan Bront Palarae.

Konflik memanas di sel nomor 31. Dimas harus berbagi ruang dengan Tokek, narapidana sadis yang dibawakan Aming secara meyakinkan lewat gestur tubuh yang ganjil dan menjijikkan.

Teror Entitas Gaib dan Aura Kematian

Situasi penjara menjadi kacau setelah serangkaian pembunuhan misterius terjadi berturut-turut. Tokek tewas di kamar mandi, disusul Anton yang frustrasi akibat masalah rumah tangga, hingga instruktur senam lapas.

Karakter Six yang dimainkan Yoga Pratama menemukan pola ganjil pada para korban. Setiap narapidana yang tewas memancarkan aura spesifik sebelum ajal menjemput, yaitu warna merah penanda amarah atau warna cokelat akibat tekanan frustrasi batin.

Kondisi mencekam itu memicu perpecahan antara kubu Bimo yang ingin menghabisi Dimas dan kelompok Anggoro. Anggoro meyakini bahwa teror tersebut berasal dari amukan arwah penunggu hutan Kalimantan yang terbawa oleh naskah investigasi Dimas.

Pesan Ekologis di Balik Adegan Berdarah

Upaya memutus kutukan membawa narapidana menyusup ke Blok K dengan bantuan sipir baru setelah Jefri tewas. Blok terisolasi tersebut menampung Prakasa, mantan aktivis idealis yang terseret kasus korupsi pertambangan Kalimantan.

Film berdurasi intens ini menampilkan visual sadis yang sarat tumpahan darah di sepanjang durasi tayang. Joko Anwar menyisipkan pesan lugas bahwa amarah, keserakahan kekuasaan, dan perusakan alam oleh manusia niscaya mengundang kehancuran fatal.

Sumber: kompasiana.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks