LINKARFAKTA.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan turun di 13 daerah Indonesia pada Sabtu (3/10), meski sebagian besar wilayah masih berada di musim kemarau. Gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin disebut sebagai pemicu utama pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. Monsun Australia yang menguat justru menekan potensi hujan di Indonesia bagian selatan.

Pemicu utamanya adalah dinamika atmosfer. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif melintasi sebagian Sumatera, sementara Gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.

Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG mencatat 13 daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat pada Sabtu (3/10). Sumatera Utara masuk kategori tertinggi dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Berikut daftar lengkapnya:

Mengapa Hujan Muncul di Tengah Kemarau

Monsun Australia diprakirakan menguat dalam beberapa hari ke depan. Penguatan sistem ini meningkatkan aliran timuran di wilayah Indonesia bagian selatan, yang cenderung membatasi suplai uap air dan menekan potensi hujan.

Meski begitu, di wilayah yang masih dipengaruhi gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta terbentuknya daerah konvergensi, perlambatan, dan belokan angin, pembentukan awan hujan tetap dapat meningkat.

"Interaksi faktor-faktor tersebut dapat memicu hujan secara lokal, meskipun secara umum penguatan Monsun Australia masih mendukung kondisi yang relatif lebih kering di Indonesia bagian selatan," jelas BMKG dalam laman resminya, Jumat (2/10).

Daerah Berpotensi Angin Kencang

Selain hujan, BMKG juga mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang pada periode yang sama. Tujuh daerah masuk dalam daftar ini:

Implikasi bagi Warga dan Pelaku Usaha

Potensi hujan lokal di tengah musim kemarau perlu diantisipasi warga di daerah yang masuk daftar. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada cuaca — sektor pertanian, logistik, hingga event outdoor — informasi ini menjadi acuan untuk menyiapkan rencana cadangan.

BMKG memperbarui prakiraan cuaca harian melalui laman resminya. Warga di wilayah berpotensi hujan dan angin kencang disarankan memantau perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.