LINKARFAKTA.COM — Telkomsel memperkuat layanan 5G di Indonesia dengan tambahan spektrum total 100 MHz dari pita 700 MHz dan 2,6 GHz, hasil seleksi yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Jaringan generasi kelima milik operator pelopor 5G ini telah beroperasi komersial di lebih dari 80 kota dan kabupaten dengan lebih dari 5.000 BTS per Januari 2026. Penambahan frekuensi itu menjadi modal untuk memperluas cakupan dan kapasitas layanan bagi pelanggan di kota besar hingga kawasan industri.

Tambahan frekuensi ini melengkapi kebutuhan lebar pita 100 MHz yang menjadi syarat koneksi 5G ideal. Telkomsel punya modal baru untuk memperkuat kapasitas sekaligus memperluas pengalaman layanan 5G bagi pelanggan.

Apa Itu Telkomsel 5G

5G adalah jaringan seluler generasi kelima yang menawarkan kecepatan lebih tinggi, latensi lebih rendah, dan kapasitas koneksi lebih besar dibanding 4G. Telkomsel mulai menggelar layanan ini secara komersial di Indonesia pada Mei 2021.

Sejak itu, pengembangan jaringan berjalan lewat perluasan cakupan, adopsi teknologi terkini, dan penambahan kapasitas. Slogan "Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa" menjadi arah perluasan yang dikejar operator ini.

Cara Kerja Jaringan 5G

Mekanismenya serupa dengan generasi sebelumnya. Ponsel mengirim dan menerima data melalui gelombang radio dari base station atau BTS milik operator, lalu diteruskan ke internet atau layanan digital yang diakses pengguna.

Perbedaannya ada pada teknologi radio, pemanfaatan spektrum, kapasitas jaringan, dan kemampuan menangani lalu lintas data. Telkomsel menyebut 5G menghadirkan tiga peningkatan utama dibanding generasi sebelumnya.

Pertama, data rate lebih tinggi, yakni kemampuan jaringan mengirim data dalam jumlah besar dalam waktu lebih singkat. Ini yang membuat unduh file berukuran besar, streaming video resolusi tinggi, dan layanan berbasis cloud terasa lebih cepat.

Kedua, latensi lebih rendah. Latensi adalah waktu yang dibutuhkan data untuk pergi dari perangkat menuju jaringan dan kembali lagi. Semakin rendah, semakin cepat respons koneksi.

Kemampuan ini penting untuk game online, video conference, augmented reality, virtual reality, hingga aplikasi industri. Ketiga, connection density lebih besar, artinya jaringan bisa mengakomodasi lebih banyak perangkat terhubung dalam satu wilayah.

Kapasitas itu makin relevan karena perangkat terkoneksi internet terus bertambah. Bukan hanya smartphone, tetapi juga perangkat Internet of Things, sensor, perangkat rumah pintar, sampai perangkat industri.

Syarat Menikmati Sinyal Telkomsel 5G

Ada sejumlah syarat agar pelanggan bisa menikmati layanan ini. Perangkat yang digunakan harus sudah mendukung 5G, berada di wilayah dengan cakupan 5G, dan memakai SIM yang mendukung layanan tersebut.

Pengaturan jaringan pada smartphone juga harus memungkinkan perangkat terhubung ke 5G. Pengguna yang sudah punya HP 5G belum tentu otomatis mendapat sinyal jika berada di wilayah yang belum terjangkau.

Cakupan dan Rencana Perluasan

Berdasarkan pemberitaan detikINET pada Januari 2026, jaringan 5G Telkomsel telah beroperasi komersial di lebih dari 80 kota dan kabupaten, dengan lebih dari 5.000 BTS 5G.

Operator ini menargetkan perluasan cakupan 5G yang lebih contiguous di kota-kota besar serta penguatan jaringan di kawasan industri, bisnis, dan pusat pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.

Halaman resmi Telkomsel menyediakan fitur pengecekan cakupan 5G berdasarkan lokasi. Pelanggan tidak bisa mengasumsikan seluruh wilayah berjaringan Telkomsel otomatis mendapat 5G, karena cakupan tetap bergantung pada lokasi dan pengembangan jaringan di wilayah tersebut.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor, penambahan spektrum ini memperbesar ruang untuk layanan berbasis latensi rendah seperti cloud, IoT industri, dan aplikasi real-time di pasar Indonesia.