LINKARFAKTA.COM — Kehamilan bukan cuma soal perut yang membesar dan jadwal periksa kandungan. Perasaan cemas, takut, sampai stres juga sering muncul dan itu wajar dialami ibu hamil. Simak panduan menjaga kesehatan mental ibu hamil lewat pendekatan Psiko-Midwifery yang bisa diterapkan di rumah.

Kehamilan membawa perubahan besar pada tubuh, tapi bukan berarti kondisi emosional bisa diabaikan begitu saja. Banyak ibu hamil merasa cemas, takut, bingung, bahkan stres selama sembilan bulan kehamilan.

Perasaan-perasaan itu normal, kok. Yang penting adalah bagaimana ibu mengenali dan mengelolanya dengan bantuan orang-orang terdekat.

Mengapa Kesehatan Mental Ibu Hamil Penting?

Perawatan kehamilan sering kali fokus pada pemeriksaan fisik dan asupan nutrisi. Padahal, kondisi psikologis ibu juga berpengaruh besar pada kesejahteraan ibu dan janin.

Universitas Gunadarma menggelar pendampingan Kelas Ibu Hamil di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada Juni hingga Agustus 2026. Program ini menggunakan pendekatan Psiko-Midwifery untuk membantu ibu hamil mengenali perubahan fisik sekaligus mengatasi rasa cemas dan stres.

Dalam kegiatan tersebut, para ibu diajak mengenali tanda-tanda stres, mengungkapkan perasaan, serta berbagi cerita dengan orang yang dipercaya.

Cara Sederhana Mengenali Emosi Selama Hamil

Kehamilan memang membawa perubahan suasana hati yang naik-turun. Ibu bisa merasa senang di satu waktu, lalu khawatir berlebihan di waktu lain.

Salah satu pertanyaan sederhana yang dipakai dalam pendampingan di Cibeuteung Muara adalah "Bunda, bagaimana perasaanmu hari ini?" Pertanyaan ini membantu ibu menyadari dan mengekspresikan apa yang sedang dirasakan.

Menurut Dr. Nurul Qomariyah, M.Psi., Psikolog, rasa cemas selama kehamilan dapat dibicarakan dengan pasangan, keluarga, kader, maupun tenaga kesehatan.

Jadi, jangan pendam sendiri. Ceritakan apa yang mengganggu pikiran Bunda kepada orang yang dipercaya.

Jangan Lewatkan Pemeriksaan Kehamilan Rutin

Menjaga kesehatan mental bukan berarti mengabaikan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan kehamilan rutin tetap wajib dilakukan untuk memantau kondisi ibu dan janin.

Lewat pemeriksaan teratur, tenaga kesehatan bisa mendeteksi lebih awal masalah yang butuh penanganan lanjutan. Di Desa Cibeuteung Muara, jarak menuju puskesmas menjadi tantangan bagi sebagian ibu.

Karena itu, lima kader posyandu dilatih menjadi "Sahabat Psiko-Midwifery". Mereka dibekali kemampuan mendengarkan keluhan ibu hamil, mengenali tanda bahaya kehamilan, serta mengarahkan ibu ke bidan atau puskesmas jika membutuhkan pertolongan.

Penuhi Asupan Vitamin dan Tablet Tambah Darah

Selain menjaga pikiran tetap tenang, ibu hamil perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan soal konsumsi vitamin dan tablet tambah darah.

Nutrisi yang cukup membantu tubuh ibu lebih siap menghadapi perubahan selama kehamilan. Jangan ragu bertanya ke bidan atau dokter jika ada keluhan soal asupan makanan atau suplemen.

Kapan Perlu Cari Bantuan Tenaga Kesehatan?

Jika rasa cemas atau sedih yang dirasakan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, segera ceritakan ke bidan, dokter, atau psikolog. Begitu juga jika muncul tanda bahaya kehamilan seperti pendarahan, sakit kepala hebat, atau gerakan janin berkurang.

Kader posyandu dan tenaga kesehatan siap membantu mengarahkan Bunda ke penanganan yang tepat.

Menjaga kehamilan berarti merawat tubuh dan pikiran sekaligus. Dengan mengenali emosi, rutin memeriksa kandungan, dan berbagi cerita dengan orang terpercaya, ibu hamil bisa menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang.