LINKARFAKTA.COM — Kemarau panjang di sejumlah wilayah Indonesia membuat banyak orang mencari cara untuk memohon hujan. Selain upaya fisik seperti pemadaman karhutla, doa menjadi tumpuan harapan. Berikut enam bacaan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk meminta hujan.

Musim kemarau yang berkepanjangan di berbagai daerah Indonesia membawa dampak serius, mulai dari kekeringan hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan. Di tengah situasi itu, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa meminta hujan sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT.

1. Doa Minta Hujan yang Menyuburkan dan Bermanfaat

Doa ini paling umum dipanjatkan agar hujan yang turun membawa kebaikan, bukan bencana. Bacaannya: Allahumma asqinaa ghaitsan mughiitsan, marii'an marii'an, naafi'an ghaira dhaarrin, 'aajilan ghaira aajilin.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda."

2. Doa Minta Hujan Deras Saat Kekeringan Parah

Ketika kekeringan sudah parah atau dibutuhkan pasokan air besar untuk memadamkan titik api karhutla, doa ini bisa diamalkan. Bacaannya: Allahumma asqinaa ghaitsan mughiitsan, hanii'an marii'an, marii'an ghadaqan, mujallilan 'aamman, thabaqan sahhan daa'iman.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menenteramkan, menyegarkan, menyuburkan, deras dan melimpah, merata, tercurah deras, serta berlangsung terus-menerus."

3. Doa Minta Hujan Singkat yang Mudah Dihafal

Bagi yang ingin bacaan pendek, doa dari riwayat shahih ini bisa diulang tiga kali. Bacaannya: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami."

4. Doa Memohon Hujan untuk Manusia, Hewan, dan Alam

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang mencakup keselamatan lingkungan serta hewan-hewan yang terdampak kemarau. Bacaannya: Allahumma asqi 'ibaadaka wa bahaa'imaka, wansyur rahmataka, wa ahyi baladakal mayyit.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah air kepada hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang telah mati."

5. Doa Memohon Hujan Rahmat dan Dihindarkan dari Bencana

Doa ini dibaca agar air yang diturunkan benar-benar membawa manfaat, serta dijauhkan dari marabahaya seperti angin kencang atau banjir. Bacaannya: Allahumma suqy? rahmatin, wa l? suqy? 'adz?bin, wa l? mahqin, wa l? bal?'in, wa l? hadmin.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan rahmat, bukan hujan azab, bukan yang membinasakan, bukan bencana, dan bukan yang merobohkan."

6. Adab dan Waktu Mustajab Saat Berdoa Minta Hujan

Sebelum memanjatkan doa, ada baiknya menata hati dan sikap. Mulai dari meluruskan niat dengan ikhlas, memuji keagungan Allah SWT, bershalawat untuk Rasulullah SAW, hingga mengangkat kedua telapak tangan sebagai simbol kerendahan hati.

Ada pula waktu-waktu mustajab untuk berdoa, seperti saat hujan turun, saat kemarau, saat salat istisqa, ketika sujud, sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, serta hari Jumat menjelang Magrib.

Kemarau panjang memang menguji kesabaran, tapi doa menjadi pengingat bahwa ada kekuatan lebih besar di atas segala usaha. Amalkan bacaan-bacaan di atas dengan hati yang khusyuk dan penuh keyakinan.