LINKARFAKTA.COM — Honda QC3 hadir di India sebagai skuter listrik harian dengan baterai 3 kWh yang diklaim mampu menempuh 145 km, tapi baterainya permanen dan tidak bisa ditukar. Dibanderol sekitar Rp 25 juta (Rs 1,35 lakh), skuter ini menyasar pengguna yang butuh kendaraan keluarga dengan bagasi besar, bersaing langsung dengan skuter listrik lokal India. Angka penjualan Honda QC1 dan Activa e yang masih kecil jadi catatan penting soal penerimaan pasar.

Honda resmi meluncurkan skuter listrik terbaru mereka, QC3, di pasar India. Model ini diposisikan sebagai kendaraan harian untuk kebutuhan keluarga, bukan sekadar skuter komuter biasa. Klaim utamanya jelas: jarak tempuh jauh dan ruang bagasi besar di kelasnya.

Bagasi 32 Liter Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu keunggulan yang paling menonjol dari QC3 adalah kapasitas bagasi di bawah jok yang mencapai 32 liter. Untuk ukuran skuter listrik, angka ini tergolong besar dan cukup untuk menampung helm full-face plus barang bawaan harian.

Honda memang mengarahkan QC3 untuk penggunaan harian dan kebutuhan keluarga. Posisi bagasi yang lega ini jadi pembeda dibanding banyak skuter listrik lain yang mengorbankan ruang penyimpanan demi baterai.

Baterai 3 kWh Permanen, Jarak Tempuh 145 Km

Dapur pacunya mengandalkan baterai berkapasitas 3 kWh. Honda mengklaim QC3 mampu menempuh jarak hingga 145 km berdasarkan pengujian Indian Driving Cycle (IDC).

Catatan pentingnya: baterai ini bersifat permanen. Artinya, pengguna tidak bisa melepas atau menukar baterai seperti pada beberapa skuter listrik lain yang mendukung battery swapping. Ini bisa jadi pertimbangan serius bagi pengguna yang mengandalkan tukar baterai untuk mobilitas cepat.

Pengisian Daya: 2 Jam 40 Menit untuk 80 Persen

Untuk pengisian daya, baterai QC3 bisa diisi dari kondisi kosong hingga 80 persen dalam waktu sekitar 2 jam 40 menit. Sementara untuk pengisian penuh, dibutuhkan waktu sekitar empat jam.

Angka ini terbilang wajar untuk skuter listrik kelas harian. Dengan jarak tempuh 145 km, pengguna bisa mengisi daya semalaman di rumah dan langsung pakai keesokan harinya.

Fitur: Layar TFT 5 Inci dan Honda RoadSync

Dari sisi fitur, QC3 sudah dibekali panel instrumen TFT berukuran 5 inci. Layar ini terintegrasi dengan sistem Honda RoadSync dan mendukung konektivitas Bluetooth.

Pengendara juga mendapatkan fitur navigasi turn-by-turn serta notifikasi panggilan telepon dan SMS. Fitur-fitur ini biasanya baru muncul di skuter listrik kelas atas, jadi kehadirannya di QC3 cukup menarik.

Honda juga menyematkan smart key dengan sistem keyless start. Sistem pencahayaan sudah memakai teknologi LED, termasuk lampu utama dan daytime running light (DRL).

Kaki-Kaki dan Sistem Pengereman

Soal kaki-kaki, skuter listrik ini menggunakan suspensi teleskopik di depan dan sepasang sokbreker di belakang. Sistem pengeremannya mengandalkan cakram di roda depan dan tromol di belakang.

Kombinasi ini standar untuk skuter listrik harian. Honda menyediakan empat pilihan warna untuk QC3.

Posisi di Pasar dan Catatan Penjualan

QC3 diposisikan sebagai produk baru Honda untuk memperluas pasar kendaraan listrik di India. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya Honda meningkatkan penjualan skuter listrik di negara tersebut.

Sebelumnya, Honda telah memasarkan QC1 dan Activa e. Namun, penjualan keduanya masih relatif kecil. Berdasarkan data penjualan yang dikutip RushLane, Honda QC1 terjual 1.902 unit pada Agustus 2026, sedangkan Activa e hanya mencatat penjualan 140 unit.

Angka ini jadi gambaran tantangan Honda di segmen skuter listrik India. Pasar kendaraan listrik roda dua di sana memang tumbuh, tapi persaingannya ketat dengan pemain lokal yang lebih dulu mapan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Kelebihan

Kesimpulan

Honda QC3 menawarkan paket yang masuk akal untuk skuter listrik harian: bagasi besar, jarak tempuh jauh, dan fitur modern. Harga sekitar Rp 25 juta membuatnya kompetitif di pasar India.

Skuter ini cocok buat pengguna yang butuh kendaraan listrik untuk mobilitas harian dengan barang bawaan cukup banyak, dan tidak masalah mengisi daya di rumah semalaman. Kurang cocok buat yang mengandalkan battery swapping atau butuh performa lebih tinggi.

Untuk pasar Indonesia, belum ada indikasi resmi soal kehadiran QC3. Tapi kalau Honda membawanya masuk, skuter ini bisa jadi opsi menarik di segmen skuter listrik menengah.