LINKARFAKTA.COM — Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dijadwalkan merilis dokumen alasan lengkap putusan skandal tujuh pemain naturalisasi Malaysia sebelum akhir September 2026. Publikasi ini menjadi ujian transparansi pertama bagi kepengurusan baru Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang akan terpilih dalam kongres luar biasa pekan ini.

Juru bicara CAS mengonfirmasi bahwa tahap akhir penyusunan pertimbangan hukum sedang berlangsung. Dokumen tersebut akan merinci bukti-bukti yang dipertimbangkan tribunal, termasuk dugaan manipulasi catatan sipil untuk mendukung klaim keturunan para pemain.

Sebelumnya, pada 5 Maret, CAS telah menolak banding FAM terkait denda sebesar CHF350 ribu atau sekitar Rp7,6 miliar. Tribunal juga memodifikasi sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi tujuh pemain tersebut.

Perubahan signifikan terjadi pada cakupan hukuman. Larangan kini hanya berlaku untuk pertandingan kompetitif resmi, tidak lagi mencakup seluruh aktivitas sepak bola para pemain seperti sebelumnya ditetapkan.

Tujuh Pemain dan Asal Negara involved

Kasus ini melibatkan Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka merupakan pemain kelahiran luar negeri dari Argentina, Brasil, Spanyol, dan Belanda yang dinaturalisasi oleh FAM.

Rilis alasan hukum nanti diharapkan memberikan gambaran jelas mengenai alur pengajuan berkas kepada FIFA serta tingkat tanggung jawab institusional FAM dalam proses verifikasi tersebut. Transparansi ini krusial mengingat sorotan publik terhadap prosedur kelayakan pemain terus meningkat.

Dampak bagi Kepengurusan Baru FAM

Waktu publikasi dokumen CAS bertepatan dengan agenda politik internal federasi. FAM dijadwalkan menggelar kongres pemilihan luar biasa pada Kamis untuk memilih pengurus anyar.

Pengurus baru diperkirakan akan langsung menerima hasil audit tata kelola dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bersamaan dengan temuan lengkap CAS. Hal ini menempatkan mereka di bawah tekanan besar untuk membersihkan citra federasi.

Sorotan terhadap integritas data pemain kembali muncul setelah FAM mengumumkan izin FIFA untuk Brad Tapp sebagai pemain berdarah keturunan Malaysia. Pengumuman ini terjadi bersamaan dengan naturalisasi penyerang Brasil, Bergson da Silva, yang memicu pertanyaan ulang soal ketatnya proses verifikasi.