LINKARFAKTA.COM — Sikat gigi punya masa pakai. Lewat dari waktu itu, bulu sikat mulai rusak dan bakteri menumpuk di sela-selanya.

Masalahnya, banyak orang mengganti sikat gigi lebih jarang dari yang disarankan. Terutama saat uang bulanan mulai menipis atau malas keluar kos untuk beli yang baru.

Berikut enam tanda yang perlu diperhatikan.

1. Bulu Sikat Sudah Mekar

Coba perhatikan bulu sikat gigi. Kalau sudah melebar ke segala arah dan tidak lagi lurus seperti semula, itu tandanya sikat tidak lagi bekerja efektif.

Bulu yang mekar sulit menjangkau sela-sela gigi. Plak dan sisa makanan pun lebih mudah menumpuk di sana.

Idealnya, sikat gigi diganti setiap tiga bulan sekali. Lebih cepat jika bulunya sudah rusak sebelum waktunya.

2. Warna Sikat Berubah

Sikat gigi yang semula putih bersih bisa berubah warna. Penyebabnya kombinasi sisa pasta gigi, air, dan kelembapan kamar mandi.

Kondisi ini umum ditemui di kamar mandi kos dengan ventilasi terbatas. Perubahan warna sering jadi indikasi munculnya jamur atau bakteri di sela-sela bulu sikat.

3. Muncul Bau Tak Sedap Meski Sudah Dibilas

Ciri ini sering luput dari perhatian. Jika sikat gigi mengeluarkan bau apek meskipun sudah dibilas dengan air, itu tanda ada pertumbuhan bakteri.

Kamar mandi yang lembap dengan sirkulasi udara minim membuat sikat gigi jadi tempat nyaman bagi bakteri berkembang biak.

4. Baru Sembuh dari Sakit

Setelah flu, radang tenggorokan, atau sariawan, sikat gigi yang dipakai selama masa sakit bisa menyimpan kuman penyebab penyakit tersebut.

Meski belum genap tiga bulan pemakaian, sebaiknya sikat gigi diganti begitu kondisi tubuh pulih. Tujuannya agar tidak tertular kembali oleh kuman yang sama.

5. Pernah Digunakan Bersama Orang Lain

Situasi ini cukup umum di lingkungan kos. Misalnya sikat gigi tertukar dengan milik teman sekamar, atau terpaksa meminjam punya orang lain saat menginap mendadak.

Jika hal ini terjadi, segera ganti sikat gigi untuk menghindari risiko penularan penyakit melalui pemakaian bersama.

6. Sudah Tidak Ingat Kapan Terakhir Beli

Coba tanya pada diri sendiri: kapan terakhir beli sikat gigi ini? Kalau jawabannya "sudah lupa, sepertinya cukup lama", itu indikasi sikat sudah waktunya diganti.

Banyak orang mengganti sikat gigi lebih jarang dari yang disarankan, khususnya saat kondisi keuangan sedang terbatas.

Mengapa Anak Kos Perlu Lebih Waspada

Lingkungan kos punya sejumlah keterbatasan. Kamar mandi kecil dan lembap, penyimpanan sikat gigi berdekatan dengan penghuni lain, hingga kebiasaan membeli kebutuhan seperlunya untuk berhemat.

Kombinasi kondisi tersebut membuat sikat gigi lebih rentan jadi sumber bakteri dibandingkan kamar mandi pribadi yang lebih kering dan tidak digunakan bersama.

Meski begitu, sikat gigi termasuk kebutuhan dengan harga terjangkau. Penggantian rutin tidak butuh biaya besar, tapi manfaatnya penting bagi kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang.

Kapan Perlu ke Dokter Gigi

Mengganti sikat gigi memang langkah pencegahan. Tapi kalau gusi sering berdarah, gigi terasa ngilu, atau muncul plak yang sulit hilang meski rajin menyikat, sebaiknya konsultasi ke dokter gigi.

Masalah kesehatan gigi yang dibiarkan bisa menimbulkan biaya perawatan jauh lebih besar dibandingkan harga sikat gigi baru.

Sikat gigi bukan barang yang bisa dipakai tanpa batas. Ketika bulunya mekar, warnanya berubah, muncul bau tidak sedap, atau sudah tidak diingat kapan terakhir dibeli, itu artinya sudah waktunya ganti.

Periksa kondisi sikat gigi secara berkala. Masukkan ke daftar belanja bulanan begitu menunjukkan salah satu ciri di atas.