LINKARFAKTA.COM — Kehamilannya sendiri berjalan mulus. Soledad bahkan tidak mengalami morning sickness dan tetap berenang hingga mendekati waktu persalinan. Ia dan suaminya sebelumnya menjalani pemeriksaan genetik sebelum program bayi tabung, lalu menyambut bayi perempuan pada Oktober 2025.
"Saya bahkan tidak mengalami morning sickness. Rasanya kondisi saya benar-benar prima. Saya tetap berenang sampai akhir masa kehamilan dan sangat aktif," kata Soledad, dikutip dari ABC News.
Semuanya berubah saat ia masuk rumah sakit untuk induksi persalinan. Soledad mengalami masalah pembekuan darah, dokter memutuskan operasi caesar darurat, lalu setelah melahirkan ia tidak mengeluarkan urine sama sekali. Kondisinya berkembang menjadi gagal hati dan gagal ginjal.
Apa Itu p-aHUS yang Menyerang Soledad?
Pregnancy-associated atypical hemolytic uremic syndrome (p-aHUS) adalah kondisi langka yang berhubungan dengan gangguan sistem komplemen, bagian dari kekebalan tubuh. Pada penderita aHUS, sistem komplemen menjadi terlalu aktif sehingga pembuluh darah kecil rusak dan terbentuk gumpalan darah kecil.
Gumpalan inilah yang paling mengganggu fungsi ginjal. Itu sebabnya aHUS bisa menurunkan fungsi ginjal dengan cepat, bahkan sampai butuh dialisis atau transplantasi ginjal. Menurut penelitian, p-aHUS diperkirakan hanya terjadi pada sekitar 1 dari 25.000 kehamilan.
Dr. Peter Chin-Hong, profesor kedokteran di University of California, San Francisco, menjelaskan