LINKARFAKTA.COM — Sayur berdaun hijau ini memang punya karakter yang tegas. Seratnya kokoh, tidak mudah hancur saat ditumis, dan rasa pahitnya yang khas justru bikin nagih bagi sebagian orang. Saat dipadukan dengan bunga pepaya, teksturnya makin ramai dan level pahitnya pun ikut naik.

Di sinilah ikan teri berperan penting. Sensasi asin-gurih dari teri Medan atau teri jengki menyeimbangkan rasa pahit alami sayur ini. Hasilnya, oseng ini tidak sekadar sayur pendamping, tapi bisa jadi lauk utama yang bikin nasi cepat habis.

Bukan Sekadar Direbus, Ini Cara Jitu Buang Pahit Daun Pepaya

Rasa pahit yang berlebihan memang bisa mengganggu. Untuk mengatasinya, jangan langsung menumis daun pepaya yang baru dipetik. Ada beberapa trik dapur yang bisa dicoba di rumah.

Metode paling umum adalah merebus daun selama 15–20 menit. Setelah itu, angkat dan remas-remas bersama garam sampai daun agak layu. Cara ini ampuh mengeluarkan getah dan senyawa pahit yang menempel di permukaan daun.

Sebagian orang juga memakai cara tradisional dengan merebus daun bersama ampo atau tanah liat. Jika tidak ada, soda kue bisa jadi pengganti yang sama efektifnya untuk meredakan rasa pahit.

Paduan Rasa yang Komplet

Setelah rasa pahitnya berkurang, daun dan bunga pepaya siap diolah. Menumisnya dengan api besar dan bumbu iris sederhana—bawang merah, bawang putih, cabai, dan sedikit lengkuas—sudah cukup untuk mengangkat aroma daunnya.

Masukkan teri yang sudah digoreng kering di akhir proses memasak. Dengan begitu, kerenyahannya tetap terjaga dan tidak melunak terkena kuah bumbu terlalu lama.

Oseng ini paling nikmat disantap selagi hangat dengan nasi putih pulen dan lauk gorengan. Dijamin, rasa pahit yang sempat bikin ragu justru berubah menjadi ciri khas yang membuatmu ingin mengambil suapan kedua.