LINKARFAKTA.COM — Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menyoroti efek berantai dari erupsi Anak Krakatau terhadap mobilitas wisatawan menuju Lombok. Anggota BPPD NTB, Ali Muhtasom, menegaskan keamanan destinasi tidak otomatis menjamin ketahanan destinasi ketika simpul transportasi utama terganggu.
"Lombok tidak harus terkena bencana untuk merasakan dampak pariwisata dari sebuah bencana. Destinasi bisa aman dan bandara tetap beroperasi, tetapi ketika salah satu gateway utama terganggu, akses wisatawan menuju Lombok juga dapat terganggu," kata Ali di Lombok Tengah, Selasa (8/9/2026).
Dampak ke Rute Penerbangan Lombok-Jakarta
Gangguan rute Lombok-Jakarta akibat aktivitas vulkanik tersebut terjadi sejak Minggu (6/9). Bagi NTB, kejadian ini menjadi peringatan dini karena MotoGP merupakan periode ketika mobilitas menuju Lombok meningkat sangat tinggi dalam waktu bersamaan.
Ali menuturkan pariwisata Lombok sangat bergantung pada konektivitas udara. Gangguan pada penerbangan utama bisa memicu efek domino pada hotel, transportasi darat, perjalanan wisata, restoran, UMKM, hingga kelancaran event internasional.
Simulasi Gangguan 24-72 Jam Sebelum MotoGP
Lima dimensi ketahanan yang diusulkan untuk diuji sebelum gelaran MotoGP meliputi ketahanan konektivitas, bisnis, pengunjung, informasi, dan destinasi. BPPD NTB merekomendasikan simulasi gangguan selama 24, 48, dan 72 jam menjelang balapan untuk mengukur kemampuan sistem menyerap guncangan.
"Perlu dilaksanakan simulasi gangguan 24, 48, dan 72 jam menjelang MotoGP Indonesia untuk menguji kemampuan sistem menyerap gangguan, kemampuan menjaga kontinuitas pelayanan wisata dan event serta ketahanan destinasi dalam kondisi kritis," ujar Ali.
Usulan Pusat Komando Ketahanan Wisata
NTB dinilai perlu memiliki pusat kendali khusus selama periode MotoGP. Pusat komando ini tidak sekadar memantau kegiatan, tetapi juga mengintegrasikan data cuaca dan vulkanik, status penerbangan, kapasitas kursi, pergerakan penumpang, ketersediaan kamar hotel, hingga transportasi darat dan kebutuhan bantuan wisatawan.
Selain memperkuat sistem tanggap darurat, Ali mendorong kedatangan wisatawan dipercepat agar tidak menumpuk pada H-1 penyelenggaraan MotoGP. Strategi ini diharapkan mengurangi risiko gangguan perjalanan massal di saat kritis.
Bagi traveler yang berencana menonton MotoGP Mandalika, pantau terus status penerbangan dan kondisi cuaca beberapa hari sebelum keberangkatan. Konfirmasi jadwal secara berkala ke maskapai atau bandara tujuan menjadi langkah antisipasi paling praktis di tengah situasi vulkanik yang masih dinamis.