LINKARFAKTA.COM — Dampak abu vulkanik terhadap penerbangan mulai mereda setelah tiga bandara utama di Jawa kembali beroperasi Selasa dini hari (8/9). Namun, Badan Geologi menegaskan status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III Siaga dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

Penutupan itu dipicu oleh episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sekitar 25 jam, sejak 4 September pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB. Badan Geologi mencatat aktivitas kegempaan periode 7-8 September meliputi 2 gempa erupsi, 4 gempa hembusan, 76 gempa low frequency, dan 100 gempa hybrid/fase banyak.

Status Siaga dan Radius Aman yang Masih Berlaku

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan erupsi bertipe Strombolian yang terekam enam kali sejak episode erupsi menerus berakhir merupakan karakteristik khas gunung tersebut. "Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunungapi Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus," kata Lana dalam keterangan resmi.

Meski erupsi menerus telah usai, potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava tetap mengancam jika aktivitas serupa terulang. Badan Geologi meminta nelayan dan wisatawan tidak mendekati pusat aktivitas dalam radius 3 kilometer. Warga yang terdampak hujan abu juga diimbau memakai masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Evaluasi Mitigasi Bencana dan Kesiapan Infrastruktur

Organisasi lingkungan Walhi menilai peristiwa ini menjadi momentum untuk mengaudit kesiapsiagaan mitigasi bencana nasional. Mereka mendorong pemerintah mengevaluasi keselamatan publik, dampak kesehatan lingkungan akibat paparan abu vulkanik jangka panjang, serta ketahanan infrastruktur transportasi menghadapi gangguan serupa di masa depan.

Data Badan Geologi menunjukkan tambahan 8 gempa vulkanik dangkal dan 9 gempa vulkanik dalam pada periode pengamatan terakhir. Informasi perkembangan aktivitas gunung dapat diakses melalui PVMBG di nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di (0254) 651449.