LINKARFAKTA.COM — Sebanyak 170 ribu penumpang terimbas penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan enam bandara lainnya per Senin (7/9/2026). Langkah mitigasi keselamatan penerbangan ini diambil otoritas menyusul semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meluas hingga ke ruang udara Jakarta dan sekitarnya.

Operasional gerbang udara utama Indonesia tersebut dihentikan sementara hingga pukul 18.00 WIB. Partikel abu vulkanik membahayakan mesin pesawat dan mengurangi jarak pandang penerbangan secara signifikan.

Daftar Penerbangan Emirates dan Etihad yang Terdampak

Dua maskapai besar asal Timur Tengah mengalami gangguan operasional yang cukup masif. Emirates membatalkan delapan jadwal penerbangan rute Dubai-Jakarta pulang-pergi untuk keberangkatan Minggu (6/9) dan Senin (7/9).

Etihad Airways turut menunda penerbangan EY472 rute Abu Dhabi-Jakarta sejak Minggu (6/9). Dampak rotasi pesawat membuat jadwal penerbangan lanjutannya, yakni EY473 rute Jakarta-Abu Dhabi pada Senin (7/9), ikut terganggu.

Bagi traveler yang memiliki jadwal transit menuju Jakarta, Emirates menghentikan sementara penerimaan penumpang di seluruh bandara asal keberangkatan hingga ada lampu hijau resmi dari otoritas penerbangan.

Panduan Reschedule dan Refund Tiket Pesawat

Traveler yang memegang tiket penerbangan terdampak diminta segera mengambil langkah pengurusan tiket tanpa harus tergesa-gesa datang ke terminal bandara:

Langkah Praktis Traveler Sebelum Berangkat

Kondisi operasional ruang udara sangat dinamis dan bergantung pada arah angin serta aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penumpang disarankan tidak hanya berpatokan pada tiket fisik yang dibeli jauh-jauh hari.

Pantau kotak masuk email secara berkala untuk menerima surat pemberitahuan terbaru langsung dari sistem maskapai. Traveler juga dapat mengecek tab status penerbangan melalui aplikasi resmi Emirates maupun Etihad sebelum keluar rumah.

Jika penerbangan transit Anda tertahan di Dubai atau Abu Dhabi, segera temui petugas darat di terminal transfer untuk meminta kepastian akomodasi transit atau pengaturan rute alternatif.