LAMPUNG TIMUR — Luasan lahan terdampak karhutla di Lampung Timur mencapai 1.721,23 hektare yang tersebar di sejumlah desa. Angka ini menjadi perhatian serius Tim KKL Seskoad yang tengah menggali langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Dipimpin Kolonel Inf. Hasroel Thamim, tim yang tergabung dalam Dikreg LXIV ini membagi agenda 10 hari menjadi dua fokus utama. Lima hari pertama diarahkan pada KKL Wilayah Pertahanan (Wilhan) di Kodim 0429/Lamtim, kemudian dilanjutkan KKL Pembinaan Satuan (Binsat) di Yonif TP 943/DPC.

Peralatan Pemadam Lebih Dibutuhkan daripada Penyuluhan

Dialog dengan tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat, hingga komunitas digelar di Koramil 429-05/Sukadana dan Desa Rantau Jaya Udik 2. Dari pertemuan itu, muncul usulan konkret dari Kepala Desa Toto Projo mengenai pembangunan sumur bor lengkap dengan selang di kawasan rawan kebakaran.

Menurut sang kades, masyarakat tidak lagi sekadar membutuhkan penyuluhan. Dukungan peralatan yang bisa dipakai cepat ketika titik api mulai muncul dinilai jauh lebih efektif untuk meminimalkan meluasnya area terdampak.

Sinergi TNI dan Warga untuk Mitigasi Bencana

Dalam pengumpulan data, tim KKL berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, BPBD, hingga unsur masyarakat. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan rekomendasi yang nantinya disusun sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Selain berdialog, para perwira siswa juga menggelar gotong royong membersihkan tempat ibadah bersama warga. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat di tengah upaya mitigasi bencana karhutla.