PT WKS Kerahkan Personel dan Alat Pemadam Kawal Karhutla di Jambi, Gubernur Soroti Bahaya Api di Lahan Gambut

Personel dan alat pemadam dikerahkan PT Wirakarya Sakti untuk mendukung operasi penanganan karhutla di Provinsi Jambi.
Penulis: Farah
Jumat, 04 September 2026 | 03:51:02 WIB

JAMBIPT Wirakarya Sakti (WKS) memperkuat dukungannya dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Langkah ini dilakukan dengan mengerahkan personel, peralatan pemadaman darat, hingga dukungan operasi udara yang dikoordinasikan langsung bersama Satgas Karhutla di lapangan.

Keterlibatan perusahaan hutan tanaman industri ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor yang tengah diperkuat pemerintah. Koordinasi dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap titik api yang muncul, terutama menghadapi periode September yang dinilai sebagai fase paling rawan.

September Jadi Titik Krusial, Satgas Diminta Siaga Penuh

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa bulan September merupakan puncak dari periode kebakaran yang harus diwaspadai semua pihak. Ia menyebut masa ini sebagai medan perjuangan yang sesungguhnya bagi para petugas di lapangan.

“Puncak karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini. Jadi semua pihak, pemerintah, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini,” tegasnya dalam rakor tersebut.

Senada dengan itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menekankan perlunya memaksimalkan kekuatan Satgas Darat. Evaluasi dari operasi-operasi sebelumnya menunjukkan bahwa pemadaman langsung dari darat merupakan metode yang paling efektif dibandingkan cara lainnya.

“Berdasarkan analisa operasi-operasi yang telah dilaksanakan, satgas darat ini memang cara paling efektif dalam pemadaman. Sehingga penguatan satgas darat perlu dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman,” jelas Suharyanto.

Ancaman Api di Lahan Gambut yang Tak Terlihat Kasat Mata

Gubernur Jambi Al Haris mengingatkan bahwa tantangan terbesar penanganan karhutla di daerahnya berada pada lahan gambut. Ia menyebut api sering kali bertahan di bawah permukaan tanah meskipun secara kasat mata tidak terlihat lagi dari atas.

“Lahan gambut itu api tidak muncul, asapnya ada. Bahkan dalam hitungan jam bisa muncul lagi api baru di tempat yang sama. Itulah risiko lahan gambut. Tugas kami adalah mengawal sampai tuntas pendinginannya,” ujar Al Haris saat memimpin rakor.

Ia juga memberikan instruksi tegas kepada jajarannya agar setiap informasi kebakaran segera ditindaklanjuti. Begitu laporan diterima, tim Satgas di daerah langsung bergerak mengejar titik api sebelum kemudian dibantu pemadaman dari udara menggunakan water bombing yang telah disiapkan BNPB.

Tinjau Langsung ke Londerang, Gubernur Pantau Kerja Sama di Lapangan

Komitmen kolaborasi ini sempat diuji langsung ketika kebakaran melanda kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dalam peninjauan ke lokasi, Al Haris melihat sendiri bagaimana berbagai unsur bahu-membahu mengendalikan kobaran api.

“Teman-teman dari TNI-Polri, hari ini Pangdam langsung turun ke lapangan bersama kami, juga Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian dari PT WKS juga aktif memantau dan mengawal agar apinya tidak meluas,” kata Al Haris.

PT WKS sendiri memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Karhutla untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat respons kebakaran, mulai dari proses pemadaman hingga tahap pendinginan secara menyeluruh agar api tidak kembali menyala.

Reporter: Farah